Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Pamerkan 'Borobudur' dan Tenun di Louvre Paris

📅 Jumat, 17 Nov 2023, 11:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Pamerkan 'Borobudur' dan Tenun di Louvre Paris Doc: ANTARA/HO/Edward Hutabarat
Ket. Dua model mengenakan wastra karya desainer Edward Hutabarat di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Best of Indonesia, dan desainer Edward Hutabarat menggelar pameran fotografi "Borobudur" dan koleksi wastra Indonesia "Selimut Nusantara" di area Museum Louvre, Paris, Perancis, mulai 28 November 2023 hingga 8 Januari 2024.

"Ini adalah suatu kebanggaan untuk Indonesia," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid pada jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/11).

"Borobudur" merupakan pameran fotografi Candi Borobudur, sementara "Selimut Nusantara" adalah koleksi wastra tenun dari berbagai daerah seperti Sumba, Timor, Bali, Sumbawa, Ulos dari Samosir, hingga Songket dari Sumatera. Seluruhnya merupakan karya dari seniman adi busana IndonesiaEdward Hutabarat.

Tertuang dalam program "L'Indonésie au Carrousel du Louvre", gelaran tersebut merupakan kolaborasi Kemendikbudristek bersama Edward, dan perusahaan media promosi digital global dengan misi untuk meningkatkan visibilitas jenama dan talenta terbaik Indonesia yang berbasis di Prancis, Best of Indonesia.

Kegiatan ini juga didukung langsung oleh Komite Kegiatan Budaya Paris 1 (Comité d'animation Culturel le Paris 1).

"Wastra adalah salah satu kekayaan Indonesia, dan ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Eropa, dengan cara yang bergengsi, sesuai dengan upaya pemerintah untuk membangun citra Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya," kata Hilmar.

"Ini betul-betul bentuk pelestarian warisan budaya yang kita miliki," tambahnya.

Sesuai namanya, Edward Hutabarat mengatakan, "Selimut Nusantara" adalah koleksi selimut yang ditenun dan terbuat 100 persen dari bahan alami.

Beberapa pasang selimut etnik yang akan dipamerkan di Carrousel du Louvre itu telah digunakan dalam upacara adat Sumba selama ratusan tahun, dan Edward akan mengubahnya menjadi karya global.

"Yang saya bawa ke Paris itu bukan fashion show, tapi peradaban. Pameran di Paris adalah kali pertama karya ini dipamerkan kepada publik," kata Edward.

Lebih lanjut, Representatif Best of Indonesia di Jakarta, Luthfi Hasan menyebut bahwa L'Indonésie au Carrousel du Louvre adalah pameran terbesar dengan durasi terlama di Paris yang fokus pada Indonesia, sehingga memiliki dampak pada citra dan visibilitas jenama dan talenta terbaik Indonesia di komunitas internasional.

"Memang fokus dari Best of Indonesia adalah meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas jenama dan talenta Indonesia untuk bisa tampil di panggung global, sekaligus membuka kesempatan bisnis yang lebih luas." Jelas Luthfi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.