Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Tangerang Mitigasi Pengadaan Barang

📅 Rabu, 15 Nov 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Tangerang Mitigasi Pengadaan Barang Doc: ANTARA/HO-Pemkot
Ket. Sekda Herman (tengah) saat membuka kegiatan diklat mitigasi resiko dalam pengadaan barang dan jasa di Ruang Akhlakul Karimah Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (13/11).

TANGERANG - Birokrat diminta mitigasi dini terkait pengadaan barang dan jasa karena terdapat berbagai risiko yang bisa menghambat. Desakan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman.

"Perbaikan harus dilakukan agar berdampak baik dalam pengadaan barang dan jasa," kata Herman saat membuka kegiatan diklat mitigasi risiko dalam pengadaan barang dan jasa di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin.

Dia pun minta agar pengelola, pihak pengadaan, dan pejabat pembuat komitmen harus saling berkoordinasi sehingga mempunyai pemahaman sama dalam proses pengadaan barang jasa. Sebab mekanisme pengadaan barang jasa saat ini sudah secara elektronik melalui SPSE. "Maka, berbagai pihak harus mempunyai pemahaman yang sama," ujar Sekda.

Menurutnya, pengadaan yang efektif dan efisien akan memberikan dukungan optimal bagi penyelenggaraan pelayanan publik. Herman juga menekankan agar para peserta dapat memaksimalkan kegiatan ini dalam memahami mengenai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola risiko program.

"Nantinya ada pedoman yang bisa dijadikan acuan bagi pengembangan kebijakan dan prosedur terkait dengan pengadaan Barang Jasa," ujarnya.
Sementara itu, kegiatan diklat tersebut dilaksanakan 13-16 November. Diklat diikuti 40 peserta dari PPK dan PPTK dari masing-masing OPD. Narasumber dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Cuaca Buruk

Sementara itu, kalau Kota Tangerang tengah menyelenggarakan diklat, maka Kabupaten Tangerang sedang berkutat menangani kenaikan harga-harga. Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Tangerang, Arief, kenaikan harga bahan pokok cabai di pasaran dipengaruhi faktor cuaca buruk. Ini membuat stok dan hasil panen petani berkurang.

"Kenapa cabai sekarang mahal? Sebab kiriman dari luar daerah berkurang. Banyak petani gagal panen karena iklim," jelas Arief. Dia mengungkapkan, harga cabai rawit beberapa pekan terakhir di pasaran naik akibat kekurangan stok. Stok minim lantaran cuaca ekstrem yang melanda daerah asal pertanian cabai.

Adapun jenis cabai yang naik di antaranya cabai merah keriting dan cabe rawit merah. Memang selama ini Kabupaten Tangerang mengandalkan cabai dari luar daerah. Tidak ada produksi cabai di Tangerang. "Kebanyakan kita ambil dari Jawa Tengah," ujarnya.

Dengan kenaikan harga, pemerintah setempat langsung operasi pasar untuk menurunkan harga cabai. Setelah operasi pasar, harga cabai turun dari 86.667/kg menjadi 85.833/kg. Meski turun, ini masih jauh dari harga acuan Bapanas 40.000/kg.

Kendati demikian, dalam upaya menekan kenaikan harga tersebut, Disperindag Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat untuk menstabilkan harga sesrta memenuhi kebutuhan pangan. "Tentunya kita akan berupaya menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini. Tetapi kita dalam hal ini tidak bisa intervensi harga, kecuali beras," pungkas Arief.

Dia berharap setelah operasi pasar, harga dapat semakin turun. Sebab cabai termasuk kebutuhan pokok rumah tangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.