Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budi Tekankan Konsep Kesehatan adalah Mencegah Orang Sakit Bukan Mengobati

📅 Rabu, 15 Nov 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Tekankan Konsep Kesehatan adalah Mencegah Orang Sakit  Bukan Mengobati Doc: kemkes.go.id

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan konsep kesehatan yang benar adalah mencegah orang sehat agar tidak sakit, bukan mengobati orang yang sakit agar menjadi sehat.

"Konsep kesehatan yang benar adalah menjaga kesehatan masyarakat," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/11).

Menkes Budi mengatakan hal tersebut penting dilakukan, sebab sebelum dirinya menjabat, sekitar 80 persen anggaran di Kemenkes digunakan untuk mengobati penyakit, mengurusi rumah sakit, peralatan, serta obat-obatan, bukan untuk mengurusi orang sehat.

Dia menilai hal tersebut merupakan konsep kesehatan yang salah. "Yang menarik buat saya adalah to promote healthy life and well being, tidak ada kata-kata to cure people. Menjaga orang tetap sehat dan sejahtera, jadi tidak ada kata-kata mengobati orang sakit," ujar Budi.

Mewujudkan hal tersebut, Menkes Budi mengungkapkan pihaknya telah menginisiasi Program Transformasi Kesehatan yang terdiri atas enam pilar utama, salah satunya adalah transformasi layanan primer.

Pada transformasi layanan primer, ungkapnya, Kemenkes telah melakukan revitalisasi Puskesmas, Puskesmas pembantu (Pustu), dan Posyandu yang seluruhnya juga tercantum dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (UU Kesehatan).

"Itu sebabnya di Undang-Undang yang baru, kita bikinnya revitalisasi layanan primer, itu gak berhenti di 10.000 Puskesmas tingkat kecamatan dan kelurahan. Kita ada 34 provinsi, 514 kabupaten/kota. Kita mau turunin ke 85.000 Puskesmas pembantu di level desa dan 300.000 di level dusun," papar dia.

Menkes Budi mengatakan pihaknya juga berusaha untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif kesehatan. Salah satunya melalui kerja sama yang dilakukan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan memasukkan sejumlah kurikulum kesehatan yang tersebar dimulai dari tingkat PAUD hingga SMA/sederajat.

Ia menilai edukasi promosi kesehatan yang paling baik adalah yang dilakukan sedini mungkin. Untuk itu, sejumlah kurikulum kesehatan yang memuat berbagai informasi penyakit dan cara pencegahannya akan masuk ke dalam kurikulum resmi secara bertahap mulai tahun depan.

Menkes berharap partisipasi masyarakat untuk dapat menguatkan promosi kesehatan, karena upaya promotif kesehatan tidak akan berhasil jika dilakukan secara eksklusif oleh pemerintah saja. "Yang namanya promosi kesehatan itu sifatnya inklusif bukan eksklusif, harus dilakukan jadi gerakan," ucap Menkes Budi. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.