Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira Disampaikan Gubernur Khofifah: Angka Kemiskinan di Jawa Timur Turun Signifikan

📅 Senin, 13 Nov 2023, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira Disampaikan Gubernur Khofifah: Angka Kemiskinan di Jawa Timur Turun Signifikan Doc: ANTARA/HO - Prokopim Pemprov Jatim
Ket. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau stan salah satu BUMDesa dalam kegiatan Jambore BUMDesa 2023 di kawasan wisata rintisan Nangkula Park, Desa Kendalbulur, Tulungagung, Minggu (12/11/2023).

Pihaknya berharap angka Tulungagung - Berita gembira, Gubernur Jawa Timur (Jatim)Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa rasio atau angka kemiskinan ekstrem di daerahnya saat ini telah turun signifikan, mengacu data statistik selama kurun tiga tahun terakhir.

"Angka kemiskinan ekstrem di Jatim sekarang jauh lebih rendah dibanding angka nasional," kata Gubernur Jatim Khofifah saat memberi sambutan dalam pembukaan Jambore BUMDesa 2023 di wisata rintisan Nangkula Park di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Minggu.

Dia memberi gambaran rasio angka kemiskinan ekstrem di Jatim pada 2020 sebesar 24,4 persen, kemudian pada 2021 mendekati angka nasional, dan terakhir berdasar data statistik pada Maret 2023 turun signifikan hingga menjadi 0,28 persen.

Menurutnya, rasio itu jauh lebih rendah dibanding angka kemiskinan ekstrem nasional yang berkisar 1,2 persen. "Kami sudah di bawah rata-rata nasional untuk penurunan kemiskinan ekstrem," kata Khofifah.

kemiskinan ekstrem akan menjadi 0 persen pada akhir 2023. "September ini, kalau dilakukan pendataan ulang harusnya sudah mendekati nol persen," katanya.

Pihaknya bakal terus melakukan intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

Menurut mantan Menteri Sosial ini, salah satu faktor yang memberi dampak positif dalam upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem tersebut adalah dengan meningkatkan perekonomian di tingkat desa, melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pihaknya juga mendorong Desa Devisa, sehingga Desa Devisa di Jatimmerupakan yang tertinggi di Indonesia. Desa Devisa dibiayai oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor-impor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Untuk menjadi Desa Devisa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu desa mempunyai produk original, produk itu dibuat secara massal oleh masyarakat, dan ada lembaga seperti koperasi atau BUMDesa. "Ini penguatannya seiring dengan BUMDes," kata Khofifah.

Pengembangan potensi desa, kata dia, berimbas pada penurunan angka kemiskinan, seiring hidupnya usaha di desa yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

"Alhamdulillah angka kemiskinan ekstrem Jawa Timur turun drastis," kata Khofifah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.