Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Isu Pembangunan Berkelanjutan

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 05:27 WIB | Oleh:
Enam Isu Pembangunan Berkelanjutan Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Helmy Zulhidayat

JAKARTA - Kegiatan Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari konsultasi publik pertama KLHS yang membahas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Helmy Zulhidayat mengatakan, kegiatan ini digelar secarahybriddan diikuti lintas sektoral. Terhitung ada enam isu pembangunan berkelanjutan paling strategis KLHS RPJMD. Pertama, tingginya risiko bencana. Kedua, keberlanjutan sumber daya alam. Ketiga, kualitas lingkungan hidup masih rendah.

Keempat, ketimpangan sosial ekonomi. Kelima, pemanfaatan Iptek menuju kota keberlanjutan. Keenam, belum optimalnya tata kelola yang baik. "Isu-isu tersebut tidak hanya dirasakan DKI, tapi juga dunia. Khususnya permasalahan lingkungan yang biasa disebut triple planetary crisis," ujar Helmy, dikutip jakartagoid, Kamis (9/11).

Helmy menjelaskan, selain membahas isu-isu strategis, dalam kegiatan ini juga sekaligus ditampung masukan, solusi, saran serta rekomendasi untuk mematangkan kegiatan berkelanjutan. KLHS merupakan instrumen untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi dasar. Ini terintegrasi dalam pembangunan wilayah atau kebijakan, rencana dan program.

"Pembuatan dan pelaksanaan KLHS diwajibkan dalam penyusunan atau evaluasi RPJPD maupun RPJMD," terangnya. Menurut Helmy, KLHS kali ini disusun secaraex-anteatau mendahului dokumen RPJMD. Harapannya dapat membawa Jakarta menjadi kota yang mampu melindungi dan memelihara kualitas lingkungan hidup.

"Semua pihak diharapkan dapat memberi kontribusi. Karena lingkungan yang baik dan sehat merupakan hak bersama," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.