Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terbentuk dari Bintang Raksasa Merah Bermassa Rendah

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Terbentuk dari Bintang Raksasa Merah Bermassa Rendah Doc: NASA; ESA; G. Illingworth

Nebula Bumerang (Boomerang Nebula) adalah sebuah bintang raksasa merah kuno yang berada di ambang kematian. Pada kondisi ini, suhunya sangat dingin dan telah menjadi objek terdingin yang diketahui di jagat raya.

Bagaimana bintang ini mampu menciptakan lingkungan yang jauh lebih dingin daripada suhu alami di luar angkasa telah menjadi misteri yang menarik selama lebih dari dua dekade. Jawabannya, menurut para astronom yang menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), kemungkinan adalah sebuah bintang kecil pendamping telah jatuh ke jantung bintang raksasa merah.

Bintang raksasa merah itu mengeluarkan sebagian besar materi dari bintang yang lebih besar sebagai aliran keluar ultra-dingin gas dan debu. Secara teori bintang ini adalah bintang raksasa terang bermassa rendah atau menengah (kira-kira 0,3 hingga 8 massa Matahari dalam fase akhir dari evolusi bintang.

Aliran keluar ini meluas begitu cepat sekitar 10 kali lebih cepat daripada yang bisa dihasilkan oleh sebuah bintang sehingga suhunya turun hingga kurang dari setengah derajat Kelvin (minus 458,5 derajat Fahrenheit). Nol derajat Kelvin dikenal sebagai nol mutlak, titik di mana semua gerak termodinamika berhenti.

Pengamatan ALMA memungkinkan para peneliti mengungkap misteri ini dengan memberi perhitungan akurat pertama mengenai luas, usia, massa, dan energi kinetik nebula. "Data baru ini menunjukkan kepada kita bahwa sebagian besar selubung bintang dari bintang raksasa merah masif telah terlempar ke luar angkasa dengan kecepatan yang jauh melebihi kemampuan bintang raksasa merah tunggal," kata Raghvendra Sahai, astronom di Jet Propulsion Laboratory NASA, di Pasadena, California, AS, dan penulis utama makalah yang muncul diAstrophysical Journal.

"Satu-satunya cara untuk mengeluarkan begitu banyak massa dan dengan kecepatan ekstrem adalah dari energi gravitasi dua bintang yang berinteraksi, yang akan menjelaskan sifat membingungkan dari aliran keluar yang sangat dingin," kata Sahai.

Nebula Bumerang terletak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Centaurus. Bintang raksasa merah di pusatnya diperkirakan akan menyusut dan menjadi lebih panas, yang pada akhirnya akan mengionisasi gas di sekitarnya untuk menghasilkan nebula planet.

Objek tersebut cukup mempesona yang tercipta ketika bintang-bintang seperti Matahari melepaskan lapisan luarnya sebagai cangkang yang mengembang menjelang akhir masa pakainya yang bertenaga fusi nuklir. Nebula Bumerang mewakili tahap paling awal dari proses ini, yang disebut nebula pra-planet.

Ketika Nebula Boomerang pertama kali diamati pada 1995, para astronom mencatat bahwa nebula tersebut menyerap cahaya latar belakang gelombang mikro kosmik, yang merupakan sisa radiasi dari Big Bang. Radiasi ini memberi suhu latar belakang alami ruang angkasa hanya 2,725 derajat di atas nol mutlak.

Agar Nebula Boomerang dapat menyerap radiasi tersebut, ia harus lebih dingin daripada energi redup yang terus mendingin selama lebih dari 13 miliar tahun. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.