Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyemprotan 'Eco Enzyme' Perlu Diperluas

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 05:23 WIB | Oleh:
Penyemprotan 'Eco Enzyme' Perlu Diperluas Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma usai pelatihan pembuatan sabun natural "eco enzyme" yang diselenggarakan Darma Wanita Persatuan Kota Administrasi Jakarta Pusat di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Senin (6/11/2023).

JAKARTA - Penyemprotan eco enzyme perlu diperbanyak karena dinilai cukup efektif untuk mengurangi polusi udara. Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengemukakan penyemprotan kabut air bertekanan tinggi yang dicampurhasil olahan sampah buah ataupun sayuran (eco enzyme)secara rutin efektif untuk mengurangi polusi udara.

"Walaupun kecil, kalau dilakukan berulang-ulang dan meluas, saya yakin akan lebih menimbulkan dampak positif yang baik terhadap lingkungan," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dhany Sukma, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut Dhany, butiran air dari generator bertekanan tinggi (water mistgenerator) yang dicampur cairan eco enzyme dapat menangkap polutan-polutan di udara. Hal itu dilakukan hampir setiap pekan. Pemerintah Kota Jakarta Pusat mulai melakukan penyemprotan menggunakan water mistgenerator dan cairan eco enzyme sejak Oktober 2023 secara serentak di 28 gedung menekan polusi.

"Hampir setiap pekan kita coba campurkan eco enzyme. Kemarin, sebelum musim hujan. Nanti kan ada kaitannya dengan masuk musim hujan. Nah, pada saat kemarau panjang, kita coba manfaatkan eco enzyme ke dalam water mist," tandas Dhany.

Penyemprotan dengan water mistgenerator yang dicampuri eco enzyme dilakukan berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara Jakarta. Saat musim kemarau panjang, Pemkot Jakarta Pusat rutin melakukan penyemprotan. Sedangkan saat memasuki musim hujan, penyemprotan dengan water mistgenerator dan eco enzyme akan disesuaikan lagi.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah bekerja sama dengan KomunitasEco Enzyme Nusantara melakukanpenyemprotan yang dilakukan secara serentak di 28 gedung bertingkat yang memiliki water mistgenerator. Salah satunya, gedung perkantoran Wali Kota Jakpus.

Dhany menjelaskan eco enzyme merupakan salah satu media yang dapat berfungsi sebagai bioremediasi. Proses tersebut menggunakan organisme hidup berupa bakteri. Bakteri bertugas menangkap polutan di udara. Ketika disemprotkan, membentuk suatu senyawa yang tidak beracun dan tidak berbahaya.

Sekarang masyarakat juga sudah mengenal eco enzyme. Mereka bahkan dapat membuat sendiri karena praktiknya sederhana, murah, dan mudah. Selain itu, eco enzyme juga memiliki manfaat lain seperti untuk mengepel dan mencuci perkakas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.