Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Tawuran, Ajarkan Arti Kehidupan

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Cegah Tawuran, Ajarkan Arti Kehidupan Doc: ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Timur
Ket. Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Muhammad Anwar saat membuka “Sosialisasi Pencegahan dan Antisipasi Terjadinya Tawuran, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak di Masyarakat” di Aula Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (7/11).

JAKARTA - Untuk mencegah tawuran, berbagai elemen utamanya orangtua, harus mengajarkan arti kehidupan kepada anak-anak remaja. Jika mereka memahami arti kehidupan, diharapkan tidak akan tawuran lagi.

Menurut Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, tawuran sudah memprihatinkan. Maka, pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan sosialisasi pencegahan tawuran dan kekerasan seksual terhadap perempuan serta anak.

"Pemkot sangat concern terhadap adanya pencegahan tawuran dan kekerasan seksual anak," kata Wali Kota. Dia mengatakan ini saat membuka "Sosialisasi Pencegahan dan Antisipasi Terjadinya Tawuran, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak di Masyarakat" yang dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa.

Sosialisasi yang digelar secara daring dan tatap muka (offline) itu diikuti para tokoh agama, tokoh masyarakat, RT/RW, kepala sekolah, guru SMP dan SMA Jakarta Timur.

Anwar mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Timur ini untuk memberi edukasi.

Selain itu, juga memberi pemahaman kepada pemangku kepentingan dari sisi agama dan sosial. Tujuannya untuk meminimalkantawuran, kekerasan seksual perempuan dan anak di Jakarta Timur. Wali Kota memberi pemahaman arti dalam kehidupan, khususnya untuk anak-anak remaja karena jati dirinya masih labil dan mudah dipengaruhi lingkungan yang kurang baik.

"Bagaimana kita upayakan mereka mengejar prestasi, bukan mengejar tawuran," ujarnya. Sedangkan Kepala Suku Dinas PPAPPJakarta Timur, Hary Sutanto, menjelaskan, peserta sosialisasi secara offline mencapai 100 orang. Sedangkan peserta daring mencapai 1.000 orang.

Menurut Hary, sosialisasi ini dalam rangka pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan. Dampak tawuran sesuai dengan arahan pimpinan, kalau memang ada anak sekolah yang tawuran dan mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP), maka akan dicabut KJP-nya.

Salah satu tokoh masyarakat RW 03 Kelurahan Balimester, Hendar Asmar, menyambut baik sosialisasi itu karena dapat menambah wawasan warga dalam mencegah aksi tawuran dan kekerasan seksual. "Kita akan sosialisasikan kepada warga lainnya bagaimana melakukan pencegahan tawuran dan kekerasan seksual anak serta perempuan," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.