Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Produksi Masih Setengah Hati

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 09:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penguatan Produksi Masih Setengah Hati Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah harus meningkatkan produksi untuk menekan lonjakan inflasi pangan. Apalagi tingkat konsumsi beras oleh masyarakat Indonesia sangat besar. Jika produksi terganggu, kondisi itu dapat mengerek inflasi.

Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan pemerintah selalu mengambil jalan pintas atau short cut dalam mengatasi keterbatasan suplai pangan melalui impor. "Kebijakan temporer dan jangka pendek seharusnya mulai ditinggalkan karena kebijakan impor berarti kita menggantungkan nasib kita ke negara lain," ujarnya kepada Koran Jakarta, Senin (6/11).

Padahal, lanjut Esther, masalah pangan ini fundamental. Negara maju pun masih memproduksi pangannya sendiri untuk mengamankan stok pangannya. Indonesia yang masih masuk kelompok negara berpendapatan menengah harus memandang masalah pangan sebagai masalah krusial.

"Jadi menurut saya, Indonesia minimal harus bisa swasembada beras karena banyak penduduk kita makan nasi. Alasannya pertama, kedaulatan pangan, kedua, penghematan devisa negara ketiga, pengendalian inflasi," kata Esther.

Esther prihatin karena Indonesia semakin jadi pasar empuk beras impor. Hal itu terlihat setelah Kamboja mengekspor beras giling (milled rice) ke Indonesia untuk kali pertama, yang ditandai dengan tibanya pengiriman perdana komoditas itu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/11).

"Ini merupakan hasil dari negosiasi yang bermanfaat dalam membuka pasar (Indonesia) untuk beras giling kami," ujar Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Manet, dalam sebuah teks yang dirilis di saluran Telegram resminya.

Dia menyampaikan ekspor komoditas itu ke Indonesia akan membantu menggenjot volume ekspor negara kerajaan tersebut, dan berkontribusi pada peningkatan penghidupan para petani.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis dengan kinerja sektor pertanian. Lembaga penanggung jawab bidang pangan tersebut menjadikan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai tolok ukur kemajuan sektor pertanian.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan bahwa sektor pertanian telah secara konsisten memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Saat ini, Kementan akan terus mengawal transformasi dari pertanian tradisional ke modern. Modernisasi sektor pertanian itu akan mampu meningkatkan produksi sehingga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi.

"Kementan terus berupaya meningkatkan produksi untuk menumbuhkan ekonomi. Kami terus mengintervensi teknologi mekanisasi, kemudian menyiapkan benih unggul, pupuk dan juga sarana prasarana lainnya demi bisa meningkatkan produktivitas pertanian kita," jelasnya.

Kinerja Positif

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2023 tumbuh 4,94 persen dibandingkan periode sama 2022 (yoy). Pelaksana tugas (Plt.) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan kontribusi pertanian, industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi mencapai lebih dari lima puluh persen.

"Semua (sektor tersebut) melanjutkan tren pertumbuhan yang positif sehingga memberikan kontribusi sebesar 65,32 persen terhadap PDB kuartal III-2023," ujar Amalia dalam Berita Resmi Statistik BPS, Senin (6/11).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.