Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Kekeringan, 30 Desa di Probolinggo Jatim Krisis Air Bersih

📅 Senin, 06 Nov 2023, 12:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masih Kekeringan, 30 Desa di Probolinggo Jatim Krisis Air Bersih Doc: ANTARA/HO-Pusdalops BPBD Probolinggo
Ket. Petugas BPBD Probolinggo mendistribusikan air bersih di salah satu desa yang terdampak krisis air bersih di kabupaten setempat, Minggu (5/11/2023).

PROBOLINGGO - Sebanyak 30 desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terdampak krisis air bersih berdasarkan data yang tercatat di Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga akhir Oktober 2023.

"Hasil rekapitulasi data Pusdalops Penanggulangan Bencana tercatat sebanyak 51 dusun yang tersebar di 30 desa dari 14 kecamatan terdampak krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo," kata Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Probolinggo Silvia Verdiana di Probolinggo, Senin (6/11).

Menurutnya, puluhan desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di Kecamatan Tegalsiwalan, Wonomerto, Banyuanyar, Tongas, Bantaran, Kuripan, Sukapura, Lumbang, Leces, Paiton, Besuk, Gading, Kotaanyar, dan Tiris.

"Kami mendistribusikan air bersih berdasarkan permohonan dari pemerintah desa setempat dan hasil kaji awal Tim Reaksi cepat (TRC) Penanggulangan Bencana," tuturnya.

Jumlah warga yang terdampak kekeringan di belasan kecamatan tersebut mencapai 61.371 jiwa atau 20.942 Kepala Keluarga (KK).

"Awal Juni hingga akhir Oktober 2023 kami telah menyalurkan 260 kali distribusi air dengan memberikan bantuan sebanyak 1.472.000 liter air bersih, 13 tandon air, dan 37 jerigen telah terdistribusi sebagai penanganan darurat krisis air bersih," kata Silvia.

Ia menjelaskan jumlah daerah terdampak kekeringan fluktuatif sejak tahun 2013 hingga 2023 bergantung faktor yang mempengaruhi, misalnya berkurangnya volume air, mengeringnya sumber mata air, tidak ada cadangan air, maupun faktor infrastruktur lainnya.

"Saat ini sebagai upaya penanganan darurat telah dilaksanakan distribusi air bersih dan logistik kekeringan serta pemantauan di beberapa daerah yang berisiko tinggi kekeringan," katanya.

Sebagai upaya lanjutan, kata dia, diperlukan kajian dan pemantauan kembali terkait beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian kekeringan pada tahun 2023.

Silvia mengimbau masyarakat agar memitigasi bencana kekeringan, seperti memanfaatkan sumber daya air secara lebih efektif dan efisien, kemudian memprioritaskan penggunaan air untuk keperluan minum dan masak atau keperluan air bersih lainnya.

"Selain itu warga juga bisa menanam banyak pohon di sekitar kawasan rawan kekeringan, gotong royong membuat waduk yang disesuaikan dengan kondisi geografis, perbanyak daerah resapan air, dan menerapkan budaya konservasi," katanya.

Ia mengimbau masyarakat segera melapor ke pemerintah desa setempat apabila terdapat situasi yang berpotensi terjadi bencana kekeringan atau lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.