Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelompok Etnis Rebut Lebih Banyak Posko Militer

📅 Senin, 06 Nov 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelompok Etnis Rebut Lebih Banyak Posko Militer Doc: AFP/TASS/Sergei BOBYLYOV
Ket. Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing

YANGON - Kelompok etnis bersenjata Myanmar pada Sabtu (4/11) mengklaim bahwa mereka telah berhasil merebut beberapa posko militer terdepan pada Sabtu ketika mereka melancarkan serangan terhadap pasukan junta di bagian utara negara itu, kata laporan media lokal.

Pertempuran telah meningkat di sebagian besar wilayah Negara Bagian Shan utara dekat perbatasan Tiongkok sepanjang pekan lalu dan hal ini memaksa lebih dari 23.000 orang meninggalkan rumah mereka, menurut PBB.

Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) dan Tentara Arakan (AA) mengatakan mereka telah merebut puluhan posko militer terdepan dan empat kota serta memblokir jalur perdagangan penting ke Tiongkok.

Laporan media lokal mengatakan para pejuang TNLA pada Sabtu merebut lagi dua posko militer terdepan yang dikuasai oleh milisi pro-militer di dekat Lashio, kota terbesar di Negara Bagian Shan utara yang merupakan markas bagi komando militer timur laut. Sedangkan MNDAA mengatakan pihaknya telah merebut tiga posko militer di wilayah timur.

Junta belum memberikan komentar mengenai bentrokan yang terjadi pada hari Sabtu, namun pada Kamis (2/11) lalu, seorang juru bicara menolak klaim propaganda bahwa aliansi tersebut telah berhasil merebut beberapa kota di Negara Bagian Shan.

Junta pada Sabtu juga mengatakan Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), kelompok etnis bersenjata lainnya yang berbasis di negara bagian tetangga Kachin, telah bergabung dalam serangan terhadap pasukannya, dan mereka akan membalas.

Media lokal melaporkan junta telah menembaki kota terpencil Laiza di perbatasan Tiongkok, yang merupakan lokasi markas besar KIA.

Sumpah Junta

Akhir pekan lalu, pemimpin junta, Min Aung Hlaing, bersumpah bahwa pasukan militernya akan melancarkan serangan balik terhadap kelompok tersebut.

Di sisi lain perbatasan, tim jurnalis AFP dihentikan pada Sabtu di Provinsi Yunnan, Tiongkok, di sebuah pos pemeriksaan permanen polisi sekitar 50 kilometer di atas lembah dari perbatasan Kota Chinshwehaw, yang menurut militer Myanmar pada Rabu (1/11) lalu telah kehilangan kendali atas wilayah tersebut.

Polisi Tiongkok mengatakan hanya orang-orang yang tinggal di luar pos pemeriksaan atau orang lain yang telah mendapat izin khusus yang bisa lewat, karena kekhawatiran keamanan baru-baru ini mengenai bentrokan yang sedang berlangsung di seberang perbatasan.

"Kami sekarang berada dalam keadaan khusus," kata seorang petugas kepada AFP. "Kecuali jika diperlukan, tidak ada yang bisa masuk," imbuh dia.

Daerah perbatasan Myanmar adalah markas bagi lebih dari selusin kelompok etnis bersenjata, beberapa di antaranya telah berperang melawan militer selama beberapa dekade.

AA, MNDAA dan TNLA mengatakan pihak militer telah menderita puluhan orang tewas, terluka dan ditangkap sejak Jumat (3/11) lalu. Namun karena letaknya yang terpencil di kawasan hutan yang terjal dan komunikasi yang tidak merata, membuat sulit untuk memverifikasi korban jiwa dalam pertempuran tersebut. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.