Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator Apresiasi BRI Hapus Kredit Macet UMKM Terdampak Covid-19

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 11:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Legislator Apresiasi BRI Hapus Kredit Macet UMKM Terdampak Covid-19 Doc: dpr.go.id
Ket. Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto.

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menyambut baik langkah Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghapus kredit macet UMKM terdampak Covid-19. Langkah itu dinilai memberikan dampak cukup signifikan.

"Patut diapresiasi langkah BRI tersebut karena bakal ada dampak positif yang cukup signifikan. Pertama, UMKM yang kesulitan bisa bangkit kembali karena adanya relaksasi kebijakan itu. Kedua, perekonomian di bawah akan terus berdenyut," katanya dikutip laman DPR RI, Sabtu (28/10).

Ia mengatakan, kebijakan hapus kredit UMKM terdampak Covid-19 akan membawa dampak positif bagi UMKM. Hapus kredit UMKM juga dinilai merupakan wujud menciptakan kepastian hukum bagi para pelaku usaha menengah ke bawah. Hal ini agar UMKM dapat melakukan kegiatan usahanya dengan lebih fokus sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang.

"Hapus kredit UMKM terdampak Covid-19 saya kira cukup konkret. Karena dari total pelaku UMKM yang puluhan juta itu tidak semuanya memiliki kekuatan kapital yang kuat dan perlu didukung oleh negara apalagi dihantam pandemi covid-19 kemarin jelas banyak yang terpukul UMKM kita. Jadi sudah tepat BRI keluarkan kebijakan itu," tuturnya.

Untuk itu, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut disertai dengan validasi data yang ketat. Sehingga data yang ada dapat dipertanggungjawabkan dengan baik kepada publik. "Validasi datanya harus ketat jangan sampai ada data siluman yang lolos tanpa verifikasi yang memadai. Ini penting mengingat setiap kebijakan mesti dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik. Apalagi angka hapus kreditnya cukup besar," ujarnya.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mengatakan keberpihakan terhadap para pelaku UMKM juga selaras dengan spirit ekonomi Pancasila yang menitikberatkan pada aspek kegotongroyongan. Setidaknya gagasan itu mengandung tiga hal fundamental. Pertama, adanya keberpihakan pada rakyat kecil, kedua, ekonomi yang berdikari dan ketiga, ekonomi yang dibangun dengan semangat gotong royong," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam acara "Ngopi BUMN", Kamis (26/10/2023) Dirut BRI Sunarso mengatakan, pihaknya telah menghapus kredit macet UMKM terdampak pandemi Covid-19 sebesar Rp24 triliun. Sunarso menambahkan, guna keperluan tersebut, pihaknya memutuskan margin atau keuntungan BRI yang besar tidak semuanya diambil menjadi laba.

"Cadangan kita memang sekarang menjadi 228 persen, itu masih lebih dari cukup. Kenapa turun dari 260? Ya untuk biaya penghapusan kredit macet terhadap UMKM Rp24 triliun. Tanpa minta satu sen pun ke Pak Arya Sinulingga (Kementerian BUMN)," ujar Sunarso.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.