Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Putin: Pengganti ISS Akan Mengorbit Pada 2027

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 02:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin: Pengganti ISS Akan Mengorbit Pada 2027 Doc: AFP/Sputnik/Grigory SYSOYEV
Ket. Misi Antariksa Russia | Presiden Russia, Vladimir Putin, saat berbicara dengan para ilmuwan muda ketika ia berkunjung ke Rocket and Space Corporation (RSC) Energia di Korolyov, pada Kamis (26/10). Pada kunjungan itu, Presiden Putin menegaskan bahwa stasiun luar angkasa baru untuk menggantikan ISS harus berada di orbit pada 2027.

MOSKWA - Presiden Russia, Vladimir Putin, mengatakan pada Kamis (26/10) bahwa segmen pertama dari stasiun luar angkasa baru yang direncanakan Moskwa untuk dibangun bagi menggantikan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) harus berada di orbit pada 2027, meskipun ada kemunduran baru-baru ini.

Russia sebelumnya mengumumkan niatnya untuk menarik diri dari program ISS, tempat kosmonotnya ditempatkan secara permanen dan negara tersebut memainkan peran kunci pada stasiun itu.

Pembangunan stasiun luar angkasa orbital Russia yang baru justru diumumkan sebagai prioritas utama badan antariksa Russia, Roscosmos.

"Tujuannya adalah agar tidak ada kesenjangan, agar pekerjaan dapat mengimbangi menipisnya sumber daya ISS," kata Presiden Putin dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan para ahli dari sektor tersebut.

"Pada 2027, segmen pertama harus diluncurkan ke orbit," ucap Putin seraya menyerukan agar semuanya dilakukan pada waktu yang tepat. "Stasiun baru tersebut harus mempertimbangkan semua pencapaian kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan memiliki potensi untuk melaksanakan tugas-tugas masa depan," imbuh Presiden Russia itu.

Industri luar angkasa Russia, yang secara historis merupakan kebanggaan negaranya, telah mengalami masalah pendanaan selama bertahun-tahun, bersamaan dengan skandal korupsi dan kemunduran lainnya.

Misi ke Bulan

Dalam pertemuan dengan para pejabat industri antariksa itu, Presiden Putin juga berjanji untuk melanjutkan program Bulan Russia meskipun gagal melakukan penjelajahan ke Bulan pertama dalam 47 tahun pada Agustus lalu, kantor berita Russia melaporkan.

Pada Agustus lalu, modul Luna-25 milik Russia jatuh di permukaan Bulan setelah sebuah insiden saat melakukan manuver pra-pendaratan dan insiden itu amat memalukan bagi Moskwa dalam misi pertamanya ke satelit alami Bumi tersebut sejak 1976.

"Tentu saja kami akan mengupayakan agar program Bulan terus berlanjut. Tidak ada rencana untuk menutupnya," tegas Putin.

"Kesalahan terjadi. Ini adalah aktivitas yang rumit. Sangat disayangkan. Ini adalah pengalaman negatif tetapi akan digunakan di masa depan untuk menghindari kesalahan apa pun," imbuh dia seraya berjanji untuk terus mendanai misi ke Bulan.

Presiden Putin juga meminta mereka yang mengawasi sektor ini untuk menyelesaikan masalah gaji yang terlalu rendah di industri luar angkasa Russia dan mencoba menarik spesialis asing serta meningkatkan keterlibatan bisnis swasta.

Putin pun mengatakan keputusan Moskwa untuk memperpanjang partisipasinya di ISS hingga tahun 2028 adalah tindakan sementara.

ISS, sebuah model kerja sama internasional terutama antara Amerika Serikat dan Russia, dimulai pada 1988 dan dijadwalkan akan dinonaktifkan pada 2024. Namun NASA memperkirakan stasiun luar angkasa itu bisa terus beroperasi hingga 2030. AFP/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.