Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pancasila Mampu Menjawab Aneka Permasalahan di RI

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Pancasila Mampu Menjawab Aneka Permasalahan di RI Doc: ISTIMEWA
Ket. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo (kedua dari kanan) pada acara peluncuran dan bedah buku berjudul Iman dalam Tantangan karya Franz Magnis-Suseno, di Jakarta, Jumat (27/10).

JAKARTA - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, menyatakan Pancasila mampu memberikan jawaban atas semua permasalahan yang terjadi di Indonesia.

"Pancasila harus menjadi ideologi hidup dan ideologi yang bekerja sehingga semua lapisan masyarakat, bahkan generasi milenial dan generasi Z bisa mewujudkan Pancasila. Pancasila menjadi jawaban dari permasalahan Indonesia," kata Benny.

Menurut siaran persnya yang diterima Koran Jakarta, hal itu Benny ungkapkan dalam acara peluncuran dan bedah buku berjudul Iman dalam Tantangan karya Franz Magnis-Suseno, di Kompas Institute, Jakarta, Jumat (27/10).

Benny menyerukan Pancasila tidak lagi sebagai sesuatu yang normatif, hafalan, dogmatif. Jika terus seperti ini, Pancasila jadinya tidak memiliki arti lagi.

Hadir dalam acara ini, Franz Magnis-Suseno sebagai penulis, dengan pembicara-pembicara, yaitu Fitzgerald Kennedy Sitorus (ahli filsafat dan pengajar), Maria Margaretha Hartiningwih (wartawan senior harian Kompas), Feby Indirani (penulis dan sastrawan), serta Bhikkhu Dhammasubho Mahathera.

Benny, sapaan akrabnya, menyatakan buku ini mempertanyakan sesuatu yang penting. "Romo Magnis membuka hati kita semua, para pembaca, kepada orang-orang, untuk memiliki kesadaran: 'saya ada di mana?'. Buku ini secara reflektif betul mempertanyakan eksitensi kita di dunia ini," tuturnya.

Memberikan Tantangan

Benny pun menyampaikan buku ini memberikan juga tantangan bagi pembaca. "Kita ditantang, bukan hanya sekadar mencari eksistensi diri dan menyatakan bahwa 'Kita ada di sini', tetapi kita harus juga bisa menyatakan, 'Kita berbuat apa'."

Menurutnya, hal ini juga menjawab pertanyaan relevansi Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

"Ada beberapa tantangan di dunia ini yang disampaikan dalam buku, contohnya demokrasi, kapitalisme, artificial intellegence (AI), fundamentalisme. Saya pikir, Pancasila adalah jawaban menghadapi tantangan-tantangan ini," jawabnya.

Pakar komunikasi politik ini meneruskan selanjutnya pertanyaan adalah bagaimana Pancasila benar bisa menjawab tantangan-tantangan ini.

"Pancasila tidak bisa lagi hanya ada di atas sana, menjadi sebuah hafalan, hanya mengatur norma-norma tertulis dan yuridis. Kita tidak bisa lagi memperlakukan Pancasila sebagai hafalan seperti dahulu, ada P4 dengan semua butir-butirnya. Pancasila tidak bisa lagi menjadi dogmatis," kata Benny.

"Pancasila harus menjadi acuan moralitas publik Indonesia, bukan lagi acuan moralitas pribadi dan personal. Bagaimana, kemudian, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, benar dilakukan oleh bangsa Indonesia, dan hal tersebut sekaligus menjawab tantangan-tantangan yang disampaikan di buku ini," jelasnya.

Dia pun menyerukan bahwa buku ini seharusnya juga dibaca oleh para elite politik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.