Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Imbau Pembangunan Kualitas Keluarga Masuk Visi Capres-Cawapres

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN Imbau Pembangunan Kualitas Keluarga Masuk Visi Capres-Cawapres Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat menjadi orator ilmiah di Universitas Respati, Jakarta, pada Kamis (26/10) dengan tema “Meningkatkan Kualitas Penduduk Indonesia Menuju Indonesia Emas”.

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengimbau pembangunan kualitas keluarga untuk mengoptimalkan bonus demografi masuk ke dalam visi-misi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Saya berharap betul kepada para capres dan cawapres ini bukan hanya menjanjikan bantuan sosial saja, jangan hanya yang sifatnya charity (amal), karena menurut saya investasi dalam kualitas SDM dan fokus kepada pembangunan keluarga ini menjadi sangat penting," kata Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (27/10).

Hasto saat menjadi orator ilmah di Universitas Respati, Jakarta, pada Kamis (26/10) juga mengimbau agar capres-cawapres tidak hanya terjebak membangun SDM secara fisik, tetapi juga penting membangun ideologi masyarakat secara lebih mendalam melalui keluarga.

"Fokusnya kepada bangunlah badannya, bangunlah jiwanya, tetapi (inti) rumahnya adalah di dalam keluarga," ujar dia.

Dalam orasi yang mengangkat tema "Meningkatkan Kualitas Penduduk Indonesia Menuju Indonesia Emas" tersebut, Hasto menekankan kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar mengusulkan pembangunan manusia dan keluarga untuk bisa masuk ke dalam visi-misi Bangsa Indonesia ke depan.

"Artinya, bagaimana agar yang terkena gangguan mental, kurang sehat, stres, depresi bisa juga mendapatkan perhatian, selama ini belum ada yang mengusulkan baik bupati atau wali kota untuk membuat bangsal jiwa, dan menambahkan jumlah psikolog serta dokter jiwa. Aspirasi masyarakat selama ini cenderung bersifat elektoral karena dianggap lebih menguntungkan," ucap Hasto.

Menurutnya, dalam menyikapi tantangan bonus demografi, perspektif capres-cawapres sudah harus mulai berubah. Ia memaparkan, investasi sumber daya manusia bisa diwujudkan dengan menekan angka stunting (gagal tumbuh), karena jika angka stunting secara nasional bisa mencapai angka di bawah 8 persen, maka pendapatan per kapita bisa mencapai 22 persen lebih tinggi dari sebelumnya.

"Itulah pembangunan manusia, strategi berikutnya adalah mencerdaskan. Nah, kritik saya itu, selama ini kita hanya terpaku kepada pembangunan fisik. Stunting itu kan fisik juga, tingginya bermasalah, dan fungsi otaknya juga terhambat, tapi kan gangguan mental dan emosional itu jangan diabaikan. Banyak juga orang tidak stunting tetapi error," tuturnya.

Ia menyebutkan, kunci membangun keluarga ada di rencana awal berumah tangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.