Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bertemu Ganjar, Petani Lampung Lapor tentang Pupuk, Bibit hingga Harga Panen

📅 Jumat, 27 Okt 2023, 00:09 WIB | Oleh:
Bertemu Ganjar, Petani Lampung Lapor tentang Pupuk, Bibit hingga Harga Panen Doc: Koran Jakarta/Henri Pelupessy
Ket. Bakal calon presiden (bacapres) 2024, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Way Jepara, Lampung Timur, Lampung, Kamis (26/10). Warga langsung berbondong-bondong menemui Ganjar dan menyampaikan keluh kesahnya.

LAMPUNG - Bakal calon presiden (bacapres) 2024, Ganjar Pranowo berkunjung ke Way Jepara, Lampung Timur, Lampung, Kamis (26/10). Ganjar datang ke kampung tua di Lampung itu, untuk berkunjung dan menginap di rumah warga.

Kesempatan itu tak disia-siakan para petani Lampung. Mereka yang tahu Ganjar ke Way Jepara, langsung berbondong-bondong menemui bacapres 2024 itu dan menyampaikan keluh kesahnya.

"Senang sekali kami bisa bertemu Pak Ganjar yang notabene calon presiden kita. Malam ini, kami perwakilan petani di Lampung ingin menyampaikan keluh kesah dan berharap Pak Ganjar bisa membantu kami menyelesaikannya," kata perwakilan petani, Jabung.

Jabung mengatakan ada beberapa persoalan yang dihadapi petani di Lampung. Di antaranya adalah minimnya penyuluh pertanian yang mendampingi petani.

"Kami petani merasa dibiarkan, tidak pernah mendapat pelatihan. Padahal kami ingin SDM petani ini ditingkatkan agar menjadi unggul," ucapnya.

Selain itu, pupuk subsidi yang langka juga menjadi persoalan. Selama ini, petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.

"Selain berharap kuota pupuk subsidi ditambah, kami ingin juga ada pelatihan. Sebenarnya kami ingin dilatih membuat pupuk organik dengan bahan yang ada di sekitar kami. Karena kami tidak ingin bergantung terus pada pupuk kimia," jelasnya.

Persoalan bibit juga menjadi masalah serius yang mereka hadapi. Kepada Ganjar, para petani Lampung berharap Ganjar mampu menyelesaikan persoalan bibit yang harganya selangit.

"Tolong Pak, bibit harganya selangit. Bibit jagung saja per lima kilo harganya 500.000 rupiah. Belum pupuk, biaya produksi lahan dan lainnya. Nah waktu panen, harganya anjlok," tegas Jabung.

"Katanya kami ini tuan Bapak, jadi kami minta dilayani oleh Bapak. Tolong layani para petani Pak. Kami sebenarnya tidak masalah pupuk mahal, bibit mahal, tapi waktu panen harganya tolong yang tinggi. Tidak seperti sekarang, pascapanen harganya anjlok," timpal Made Swastika, petani Lampung lainnya.

Ganjar tampak serius mencatat dan mendengarkan semua persoalan yang disampaikan para petani Lampung itu. Ia menjawab semuanya dan memberikan solusi dengan baik.

Soal kurangnya penyuluh misalnya, Ganjar sepakat bahwa Indonesia memang kekurangan penyuluh pertanian. Maka penyuluh petani mesti ditambah.

Soal pupuk langka, Ganjar mengatakan memang stok pupuk sedang menipis. Pupuk bersubsidi banyak yang tidak tepat sasaran, banyak petani bermodal besar yang membeli pupuk bersubsidi itu.

"Maka itulah pentingnya data. Saya di Jateng sudah membuat kartu tani untuk mendata itu. Siapa, tanam apa, di mana, berapa luasannya dan kapan panennya. Kalau data itu bisa presisi, maka persoalan pupuk subsidi bisa tepat sasaran," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.