Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat inovasi, BRIN dan Undip Kembangkan Pendeteksi Logam Berat Dalam Limbah Industri

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat inovasi, BRIN dan Undip Kembangkan Pendeteksi Logam Berat Dalam Limbah Industri Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Kepala Pusat Riset Fotonik BRIN Isnaeni (kedua kiri) bersama Dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Widowati (tengah) memperlihatkan dokumen perjanjian kerja sama riset pendeteksi cemaran logam berat di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/10/2023).

Jakarta - Perkuat inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Diponegoro (Undip) menjalin kolaborasi riset untuk pengembangan metode alternatif pendeteksi logam berat yang larut dalam limbah industri.

Kepala Pusat Riset Fotonik dari Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRINIsnaeni mengatakan kerja sama riset itu dilatarbelakangi adanya cemaran logam berat, baik dilingkungan perairan maupun tanah.

"Kandungan logam berat umumnya terlarut dalam limbah industri, seperti industri pupuk, cat, mineral tambang, elektronik, bahkan sisa pewarna batik," ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.

Kerja sama riset tersebut untuk mengidentifikasi jenis dan kadar logam berat dengansurface plasmon resonance(SPR) sensor, sintesis nano partikeltungsten disulfide(WS2), dan pelapisannya denganpulsed laser deposition(PLD) sebagaisensitive layer.

Ia menjelaskan untuk mendeteksi cemaran logam berat diperlukan metode yang efektif dan efisien.

Metode deteksi logam berat yang sudah ada saat ini umumnya memerlukan perawatan yang komplek, berbiaya tinggi, dan waktu pengukuran yang lama.

Kerja sama riset tersebut bertujuan mengembangkan metode alternatif guna mendeteksi cemaran logam berat dengan akurasi tinggi.

Riset itu menjadi metode alternatif dengan akurasi tinggi hingga keorde ppmdengan preparasi sederhana dan waktu pengukuran yang singkat.

Peneliti Pusat Riset Fotonik BRINWildan Panji Tresna mengungkapkan ada beberapa logam berat yang tidak mampu dideteksi oleh alat ukur tertentu.

"Dengan tambahan lapisansensitive layeryang kami tawarkan, harapannya mampu melakukan pengukuran dengan jangkauan lebih luas," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.