Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Dorong Akselerasi Digitalisasi Keuangan Syariah

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 10:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Dorong Akselerasi Digitalisasi Keuangan Syariah Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berbicara dalam The 9th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (25/10/2023).

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong seluruh pihak mengakselerasi digitalisasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Hal itu demi pertumbuhan secara inklusif dan berkelanjutan dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

"Allah selalu membimbing kita, percayalah, dan ayo iqro untuk mengakselerasi digitalisasi di ekonomi dan keuangan syariah demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam The 9th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) yang dipantau virtual di Jakarta, Rabu (25/10).

BI kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 25-29 Oktober 2023. Salah satu rangkaian acara ISEF 2023 adalah The 9th IIMEFC and call for papers yang merupakan kegiatan tahunan dari Journal of Islamic Monetary Economics and Finance (JIMF).

Perry menuturkan kemajuan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) syariah dan nonsyariah merupakan salah satu cara untuk memajukan perekonomian Indonesia. Untuk itu, UMKM memerlukan digitalisasi, sertifikasi halal, pelatihan dan peningkatan kelas dari usaha skala kecil ke skala menengah dan besar.

"Ayo fokus mengembangkan ekonomi UMKM syariah kita, latih mereka tentang kewirausahaan, latih mereka tentang digitalisasi dan bantu mereka untuk mendapatkan sertifikasi halal, bantu mereka untuk membentuk UMKM kolektif sehingga skala ekonomi UMKM syariah kita bisa lebih besar, lebih produktif dan lebih kompetitif," ujarnya.

Dia mengatakan UMKM juga dapat dilatih untuk mengembangkan usaha-usaha ramah lingkungan termasuk terkait pengelolaan sampah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.