Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Anggap Remeh Pelemahan Kurs Rupiah

📅 Rabu, 25 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jangan Anggap Remeh Pelemahan Kurs Rupiah Doc: Sumber: BI - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai depresiasi nilai tukar rupiah tidak mengganggu sektor riil dan keuangan dalam negeri dinilai kurang tepat. Sebab, harga beberapa bahan pangan, seperti beras, jagung, sudah naik karena pemenuhan pasokannya banyak bergantung pada impor.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, yang diminta pendapatnya mengatakan Presiden Jokowi bersikap overconfidences.

"Pelemahan rupiah jelas akan diteruskan ke konsumen akhir," kata Bhima.

Transmisi pelemahan kurs rupiah ke inflasi, jelasnya, memang tidak sekaligus, tetapi cepat atau lambat bahan pangan, peralatan elektronik, dan suku cadang kendaraan bermotor harganya akan menyesuaikan.

Implikasi lainnya, kata Bhima, adalah ke tren kenaikan suku bunga perbankan sebagai imbas dari kenaikan suku bunga acuan BI7 days Reverse Repo Rate untuk stabilisasi rupiah.

Developer perumahan hingga calon debitur KPR akan merasakan efek yang luar biasa ketika suku bunga naik. Dari sektor properti saja mempengaruhi 130 lebih subsektor lainnya.

"Jadi jangan anggap remeh pelemahan kurs rupiah," tegas Bhima.

Dari eksternal, faktor melemahnya ekonomi Tiongkok, kondisi geopolitik hingga pemilu di Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada November 2024 menciptakan tekanan jangka menengah bagi rupiah. Oleh karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu sigap menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pada kesempatan terpisah, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan dampak depresiasi rupiah bakal jauh lebih serius dari yang diperkirakan.

Untuk jangka waktu yang lama, ekonomi akan mengalami tekanan karena harga pangan, bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik akan terkerek naik. "Inflasi meningkat, sehingga jumlah rakyat miskin juga akan meningkat. Ia pun berharap agar masyarakat siap mengatasi kesulitan tersebut.

BI sendiri sebagai otoritas moneter, menurut Anthony, sepertinya sudah menyerah, sebab secara terbuka mengatakan Indonesia akan masuk ke rezim suku bunga tinggi untuk jangka waktu panjang higher for longer, untuk menjaga kurs rupiah agar tidak anjlok terlalu dalam.

Dalih BI kalau faktor geopolitik seperti perang Russia melawan Ukraina dan konflik di Timur Tengah sebagai penyebab tertekannya rupiah hanya untuk mencari kambing hitam. Sebab, mata uang Vietnam dan Thailand relatif stabil, apalagi dollar Singapura.

Biaya Produksi Naik

Dari Yogyakarta, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan tidak sepakat dengan pernyataan Presiden bahwa depresiasi rupiah tidak berpengaruh terhadap sektor riil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.