Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN: Indonesia Pusat Keanekaragaman Sukun Dunia

📅 Rabu, 25 Okt 2023, 17:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN: Indonesia Pusat Keanekaragaman Sukun Dunia Doc: www.wikipedia.org
Ket. Sukun

JAKARTA - Peneliti Hortikultura dan Perkebunan BRIN, Marietje Pasireron, menyatakan Indonesia merupakan pusat keanekaragaman sukun dunia, di mana Kepulauan Pasifik merupakan pusat asal tanaman itu serta kelompok spesiesnya diperkirakan tumbuh secara alami di Maluku, Papua Nugini, dan Filipina.

"Sukun yang masuk ke Pulau Jawa berasal dari Maluku sekitar tahun 1820 dan telah menyebar serta tumbuh dengan baik di hampir seluruh daerah tropis di seluruh dunia," ujarnya dalam webinar bertajuk Pengelolaan Sukun Sebagai Bahan Pangan Pokok Alternatif dan Substitusi Impor yang dipantau di Jakarta, Rabu (24/10).

Asal usul penyebaran sukun berasal dari Pasifik Barat, Papua Nugini, pulau-pulau terdekat di Kepulauan Bismark dan membentuk pusat keanekaragaman spesies. Pusat keragaman jenis sukun tidak berbiji terdapat lebih ke arah timur Polynesia.

Marietje menuturkan penyebaran tanaman sukun sangat luas, seperti di daerah Pasifik (Fiji, Samoa, Hawai) yang kemudian menyebar dan berkembangan di daerah tropis seperti Asia tenggara, India, Amerika selatan, dan Afrika barat.

Sukun telah menjadi sumber karbohidrat di Oceania selama ribuan tahun dan terdapat ratusan kultivar. Sukun telah digunakan sebagai makanan pokok di Fiji dan Kepulauan Pasifik.

Keanekaragaman paling besar, kata dia, terdapat pada kultivar dari Malanesia dan Micronesia yang merupakan diploid fertile dan menyerbuk silang.

"Pada abad ke 18 sukun dikembangkan di Malaysia dan selanjutnya berkembang di Indonesia," kata Marietje.

Sukun memiliki wilayah distribusi yang luas dan tumbuh lebih dari 90 negara dengan berbagai nama daerah yaitu sukun di Indonesia, kaplak di Papua Nugini, breadfruit di Inggris, bakri-chajar di India, rimas di Filipina, kulor di Malaysia, dan panapen di Spanyol.

Di Indonesia sukun tumbuh di Sumatra, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, hingga Sulawesi.

Varietas yang telah dilepas di Indonesia, antara lain sukun manis dari Cilacap, sukun bangsyamlan dari Nusa Tenggara Barat, sukun duri dari Kepulauan Seribu, sukun padaidi dan toddopuli dari Bone, sukun iriana dari Papua, dan sukun tengah-tengah dari Maluku.

Lebih lanjut Marietje menyampaikan konsumsi beras meningkat dari tahun ke tahun dan juga harga beras meningkat karena pertambahan jumlah penduduk. Oleh karena itu, perlu diversifikasi sumber pangan yang sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Program strategis nasional menargetkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjutnya, penting untuk mengembangkan diversifikasi pangan melalui sistem pertanian berkelanjutan.

"Sukun merupakan salah satu tanaman buah potensial di Indonesia yang tinggi karbohidrat dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beras. Selain itu, kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, serat dan daunnya juga sangat baik untuk kesehatan," kata Marietje.

Hasil analisis kimia tepung sukun dari 14 populasi sukun lokal asal Sleman, Gunung Kidul, Banten, Sukabumi, Cilacap, Kediri, Banyuwangi, Madura, Bali, Mataram, Lampung, Bone, Sorong, dan Manokwari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.