Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh, Pasar Palengaan Pamekasan Terbakar

📅 Selasa, 24 Okt 2023, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh, Pasar Palengaan Pamekasan Terbakar Doc: ANTARA/HO-Satpol-PP Pamekasan
Ket. Petugas gabungan memadamkan kebakaran lapak pedagang di Pasar Tradisional Palengaan, Pamekasan, Senin (23/10/2023).

Pamekasan - Waduh, Pasar Tradisional Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur, Senin, terbakar dan sebanyak empat unit lapak pedagang di pasar itu ludes akibat musibah tersebut.

"Kejadiannya tadi siang menjelang sore, dan saat ini api sudah bisa dipadamkan," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Pemkab Pamekasan Misyanto dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Jawa Timur, Senin malam.

Ia menjelaskan musibah kebakaran di pasar tradisional yang berjarak sekitar 17 kilometer ke arah barat laut Kota Pamekasan karena ada warga yang membakar sampah di sekolah lokasi pasar.

Tiupan angin kencang dari lokasi pembakaran sampah tersebut lalu merembet ke sejumlah lapak pedagang yang ada di pasar itu. Kobaran api sempat membubung tinggi.

Warga yang tinggal di lokasi kejadian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sebagian ada yang menghubungi petugas pemadam kebakaran.

"Kami tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.45 WIB," katanya.

Ia menuturkan petugas berhasil memadamkan kobaran api sekitar dua jam kemudian dengan dibantu warga dan sejumlah personel dari TNI-Polri.

"Sekitar pukul 16.45 WIB, api berhasil dipadamkan, sehingga lapak pedagang yang terbakar hanya empat unit dari total sekitar 15 unit yang ada di pasar itu," katanya, menjelaskan.

Musibah kebakaran di Pasar Tradisional Palengaan yang terjadi Senin (23/10) sore itu merupakan kali kedua. Pada Senin siang, kebun bambu di dekat perkampungan warga di Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota, Pamekasan juga terbakar.

"Penyebabnya karena orang dalam gangguan jiwa membakar kebun bambu tersebut," kata Misyanto.

Sementara itu, sejak kemarau ini, musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pamekasan hampir terjadi tiap hari dan kebanyakan objek yang terbakar adalah hutan dan lahan.

Menurut data tim pemadaman kebakaran Pemkab Pamekasan, hingga 23 Oktober 2023 sudah terjadi sebanyak 40 kejadian kebakaran dan umumnya yang menjadi penyebab adalah faktor manusia.

"Di antaranya karena memang sengaja dibakar, karena membuang puntung rokok secara sembarangan sehingga menyebabkan terjadi kebakaran," katanya.

Karena itu, Tim Damkar Satpol-PP Pemkab Pamekasan mengimbau, agar warga hendaknya tidak melakukan pembakaran dan membuang puntung rokok secara sembarangan, karena pada musim panas seperti sekarang ini, sangat mudah terjadi kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.