Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Bantul Akan Perbaiki 191 Rumah Tidak Layak Huni

📅 Selasa, 24 Okt 2023, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Bantul Akan Perbaiki 191 Rumah Tidak Layak Huni Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantul - Keren, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memperbaiki 191 rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah ini menjadi layak huni pada Tahun Anggaran 2024.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon di Bantul, Senin, mengatakan jumlah RTLH di daerah itu sesuai dengan surat keputusan (SK) bupati 6.000 rumah, dan yang sudah tertangani hingga 2023 sekitar 3.300 rumah sehingga tersisa 2.700 rumah.

"Untuk tahun ini kita tangani sekitar 150 unit, kemudian tahun depan juga rencana kita menangani sekitar 150 unit dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dapat 41 unit, jadi totalnya hampir 200 unit untuk tahun depan," katanya.

Dia mengatakan pada 2024 program perbaikan RLTH per unit kalau dari APBD kabupaten sekitar Rp20 juta, sedangkankalau dari DAK atau anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebesar Rp30 juta dan Rp50 juta.

"Kalau yang dapat Rp50 juta itu untuk membangun rumah baru. Jadi yang terkena dampak akibat penataan kumuh, rumah yang rubuh total dapat bantuan sekitar Rp50 juta," katanya.

Dia mengatakan keberadaan RTLH di Bantul tersebar merata di seluruh daerah itu sehingga hampir seluruh kecamatan yang berjumlah 17 kecamatan terdapat rumah yang kondisinya RTLH.

"Merata di semua kecamatan ada, cuma untuk kawasan kumuh di Bantul hanya di tujuh kecamatan yang rata rata di kawasan penyangga Yogyakarta, kalau untuk RTLH hampir merata di semua kecamatan," katanya.

Dia mengatakan pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan terhadap RTLH dalam beberapa tahun ke depan dan diupayakan semua RTLH dapat selesai tertangani dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

"Tapi biasanya RTLH itu tidak bakal selesai, muncul lagi karena orang baru berumah tangga. Makanya bertahap, tahun ini 150 rumah, tahun depan juga. Harapannya tahun akan datang juga dapat bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) program pemerintah pusat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.