Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Disdik Kediri Evaluasi Sekolah Masuk Lima Hari

📅 Selasa, 24 Okt 2023, 00:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Disdik Kediri Evaluasi Sekolah Masuk Lima Hari Doc: ANTARA/ Asmaul
Ket. Rapat dengar pendapat antara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri, Disdik Kota Kediri yang dimediasi DPRD kota setempat. Hasil rapat, kebijakan masuk sekolah lima hari akan dievaluasi ulang.

Kediri - Gerak cepat, Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jawa Timur, mengevaluasi kebijakan sekolah masuk lima hari, menyusul adanya masukan dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri serta rekomendasi dari DPRD kota setempat.

"Kami sudah komunikasi dan dijembatani oleh DPRD Kota Kediri. Kebijakan ini direkomendasikan untuk dievaluasi dan kami harus lebih intensif komunikasi," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan di Kediri, Senin.

Ia mengatakan komunikasi akan dilakukan dengan FKDT Kota Kediri, sehingga diharapkan kebijakan sekolah masuk lima hari ini juga tidak mengganggu pendidikan nonformal.

"Bagaimana pelaksanaan regulasi ini juga tidak mengganggu pendidikan nonformal. Setelah ini kami komunikasi agar lebih detail permasalahannya," kata dia setelah rapat dengar pendapat di kantor DPRD Kota Kediri itu.

Anang pun menegaskan, evaluasi dilakukan secepatnya dan hasilnya segera dikomunikasikan juga ke seluruh lembaga baik formal dan nonformal.

Sementara itu, Ketua FKDT Kota Kediri yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, Lirboyo, Kediri, K.H. Melvien Zainul Asyiqien mengemukakan kebijakan masuk sekolah lima hari ini ternyata berdampak cukup signifikan. Anak-anak yang seharusnya bisa persiapan untuk mengikuti sekolah nonformal menjadi tidak maksimal, sebab mereka sudah capai sekolah.

Menurut dia, pendidikan nonformal di Kota Kediri rata-rata dimulai jam 14.00 WIB, sedangkan sekolah anak-anak selesai jam 14.00 WIB. Mereka menjadi keberatan untuk membagi waktu.

"Ada juga yang masuk malam madrasahnya, tapi ada dampak penurunan. Survei kami hampir 40 persen. Karena sudah capai, tidak bisa ke sekolah nonformal. Ini yang nonpesantren," kata Gus Melvien, sapaan akrabnya.

Pihaknya mengatakan, banyak yang berharap kebijakan masuk sekolah kembali ke kebijakan semula yakni enam hari masuk, sehingga anak-anak bisa lebih persiapan dan tidak capai saat mengikuti pendidikan nonformal di lingkungannya.

Saat ini terdapat kurang lebih 108 madrasah diniyah di Kota Kediri, yang mayoritas anak didiknya usia sekolah. Jumlah itu, ada sekitar setengahnya yang nonpesantren.

Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Soedjoko Adi Poerwanto mengatakan pihaknya memfasilitasi pertemuan antara Pemkot Kediri dengan FKDT Kota Kediri terkait dengan pelaksanaan lima hari sekolah.

"Kami tentunya di tengah-tengah. Ini programnya kan baru berjalan satu bulan dan kami berikan rekomendasi bahwa lima hari sekolah ini dievaluasi ulang," katanya.

Ia mengatakan di Kota Kediri banyak pesantren dan madrasah diniyah sehingga diharapkan aktivitas pendidikan nonformal tidak terganggu.

Dirinya pun menambahkan, dari pemkot juga mempunyai alasan kebijakan lima hari masuk sekolah di antaranya agar lebih lama dengan keluarga serta ada peningkatan roda perekonomian. Jika libur akan ada peningkatan perekonomian. Sedangkan dari FKDT dikembalikan enam hari sekolah dengan alasan akhlak. Anak-anak pulang sekolah jam 14.00 WIB, sedangkan mereka mengikuti pendidikan nonformal jam 14.00 WIB, sehingga waktunya sangat dekat.

"Harapan saya rekomendasi ini dari dinas pendidikan supaya bisa memberikan yang terbaik. Lima hari baik, enam hari sekolah juga baik, namun mereka minta dikembalikan enam hari masuk sekolah," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.