Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suku Bunga Hipotek Mencapai 8% karena Lonjakan Imbal Hasil Treasury

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 19:18 WIB | Oleh:
Suku Bunga Hipotek Mencapai 8% karena Lonjakan Imbal Hasil Treasury Doc: Istimewa
Ket. Departemen Keuangan AS

WASHINGTON - Tingkat rata-rata suku bunga hipotek tetap 30 tahun Amerika Serikat pada Rabu (18/10) pagi mencapai 8 persen. Menurut Mortgage News Daily, itu merupakan level tertinggi sejak pertengahan 2000.

Dikutip dari Consumer News and Business Channel (CNBC), 0encapaian ini terjadi ketika imbal hasil (yield) obligasi melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 2007. Suku bunga hipotek mengikuti imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Suku bunga naik tajam pada minggu ini dan minggu lalu, karena investor mencerna lebih banyak data mengenai perekonomian. Menurut Biro Sensus AS, pada Rabu, sektor perumahan baru, yang meningkat pada bulan September, meskipun tidak sebanyak yang diperkirakan.

Izin mendirikan bangunan, yang merupakan indikator pembangunan di masa depan, turun, namun lebih kecil dari jumlah yang diharapkan. Pekan lalu, penjualan ritel jauh lebih tinggi dari perkiraan, menciptakan lebih banyak ketidakpastian mengenai rencana jangka panjang Federal Reserve.

Menurut Asosiasi Bankir Hipotek, suku bunga yang lebih tinggi ini telah menyebabkan permintaan hipotek anjlok , karena pengajuan turun hampir 7 persen pada minggu lalu dibandingkan minggu sebelumnya.

"Inilah tonggak sejarah lain yang tampak ekstrem beberapa bulan lalu," kata Matthew Graham, chief operating officer Mortgage News Daily.

"Faktanya adalah banyak peminjam telah melihat suku bunga di atas 8 persen. Namun demikian, banyak peminjam masih melihat suku bunga di angka 7 karena pembelian dan poin diskon," tambahnya.

Para pembangun rumah menggunakan pembelian untuk membantu pelanggan membeli rumah mereka. Mereka melakukan ini melalui anak perusahaan hipotek mereka.

Meskipun mereka jarang sekali menggunakan alat pembiayaan ini, menurut sumber industri, alat ini kini menjadi insentif utama di kalangan pembangun.

"Meskipun perusahaan hipotek kami telah menawarkan pinjaman sedikit di bawah harga pasar pada sebagian besar siklus ini (hanya untuk menjadi kompetitif), pembelian poin penuh untuk jangka waktu 30 tahun pinjaman yang kami rujuk baru-baru ini sebagai insentif pembangun bukanlah sesuatu yang telah kita lakukan pada siklus sebelumnya, setidaknya tidak secara mayoritas, seperti yang kita lakukan saat ini. Anda mungkin pernah menemukannya di rumah-rumah tertentu di masa lalu dalam jumlah yang sangat terbatas," kata juru bicara DR Horton .

Tingkat bunga rata-rata pada obligasi 30 tahun tetap serendah 3 persen pada dua tahun yang lalu. Sebagai gambaran, pembeli yang membeli rumah seharga 400,000 dolar AS dengan uang muka 20 persen akan mendapat pembayaran bulanan hampir 1,000 dolar AS lebih banyak dibandingkan dua tahun lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Peternak Ayam dan Telur Had...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.