Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengelolaan Keuangan Semakin Akuntabel

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 05:23 WIB | Oleh:
Pengelolaan Keuangan Semakin Akuntabel Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kiri) dan seorang ­pemeriksa dari BPK, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dimintai bantuan Pemprov Jakarta dalam upaya mewujudkansistem pengelolaan keuangan yang profesional dan akuntabel. "Jajaran Pemprov harus kooperatif dan responsif dalam menyiapkan data dan penjelasan yang dibutuhkan Tim BPK selama masa pemeriksaan," pesan Pj Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono, Rabu (18/10).

Dia mengutarakan ini dalam acaraEntry Meetingdengan BPK terkait Pemeriksaan Semester II Tahun Anggaran 2023.? Heru mengimbaupara kepala perangkat daerah (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) dan direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bekerja secara total sebagai satu tim. Mereka mesti menunjukkan dedikasi, ketelitian dan sikap profesional.

Heru menyebut ingin memastikan pekerjaan dapat selesai secara menyeluruh, sebelum menindaklanjuti rekomendasi dari BPK. Hal itu untuk mempertahankan Laporan KeuanganPemprov Jakarta yang meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama enam kali berturut-turut.

"Hal ini untuk menghindari temuan berulang di pemeriksaan mendatang. Saya berterima kasih dan mengapresiasi jajaran BPK yang telah mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan Jakarta. Mereka menjalankan pemeriksaan secara profesional dan memberikan rekomendasi perbaikan," ujar Heru.

Adapun update peningkatan tata kelola pengelolaan keuangan dan aset yang telah dilaksanakan Pemprov Jakarta pada tahun 2023, antara lain memperkuat implementasi sistem informasi persediaan secara elektronik di seluruh OPD. Kemudian, melakukan rekonsiliasi secara berkala. Hal ini termasuk rekonsiliasi pendapatan, belanja, dan aset secara berjenjang. Ini mulai dari tingkat wilayah di Kota/Kabupaten Administrasi sampai tingkat Provinsi.

Langkah lain pemprov adalah memperkuat sistem pengendalian intern melalui pengawasan melekat Kepala Perangkat Daerah dan pendampingan oleh Inspektorat. Kemudian, dilakukan penelaahan (review) laporan keuangan. Pendekatannya, secara basis resiko (risk based review) oleh Inspektorat dan mempercepat penyelesaian tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan BPK hingga Semester I Tahun 2023.

Tindak lanjutnya telah mencapai tingkat penyelesaian sebesar 88,9 persen atau 9.976 rekomendasi yang telah diselesaikan dari total 11.222 rekomendasi. BPK juga minta mempercepat proses penagihan dan pengamanan aset fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Penagihan bisa bekerja sama dengan BPN, kejaksaan, dan KPK. Selama ini telah terealisasi serah terima aset fasilitas sosial dan fasilitas umum dari 62 pengembang senilai 6,56 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.