Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Sama 'Belt and Road' yang Digagas Tiongkok Tidak Boleh Dipolitisasi

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Kerja Sama 'Belt and Road' yang Digagas Tiongkok Tidak Boleh Dipolitisasi Doc: ISTIMEWA
Ket. Tiongkok

BEIJING - Kerja sama dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) yang digagas pemerintah Tiongkok tidak boleh dipolitisasi untuk kepentingan pihak tertentu.

"Di tengah situasi dunia yang semakin terbelah, kerja sama BRI tidak boleh dipolitisasi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Belt Road Forum (BRF) di Great Hall of The People, Beijing, Tiongkok, Rabu (18/10).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat bagi inisiatif tersebut yang telah berlangsung selama satu dekade. "Saya berharap sinergi BRI dalam pembangunan infrastruktur dapat terus diperkuat," kata Jokowi.

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Jokowi menambahkan sinergi itu membutuhkan upaya bersama dalam menjaga nilai-nilai utama agar Inisiatif Sabuk dan Jalan semakin kuat dan berdampak.

"Sinergi memberikan ruang kepemilikan bagi negara tuan rumah untuk menjalankan proyek nasionalnya secara mandiri karena sense of ownership sangat penting untuk keberlangsungan proyek ini (BRI)," kata Jokowi.

Proyek Nasional

Presiden Jokowi menyebutkan Indonesia memiliki proyek nasional Kereta Cepat Jakarta- Bandung (KCJB), yang kemudian disinergikan dengan BRI dan telah diluncurkan. "Ke depan, kami juga akan menyinergikan pembangunan Ibu Kota baru (IKN), transisi energi, dan hilirisasi industri," katanya.

Sementara itu, Presiden Xi Jinping memperingatkan agar negara-negara tidak menjauhkan diri dari Tiongkok saat dia membuka forum Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI) di Beijing, Rabu (18/10), sebuah kritik pada Barat yang berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada perekonomian Tiongkok.

Dikutip dari The Straits Times, Xi juga memuji rencana besarnya yang diluncurkan 10 tahun lalu untuk membangun infrastruktur global dan jaringan energi yang menghubungkan Asia dengan Afrika dan Eropa melalui jalur darat dan laut. "Cetak biru berubah menjadi proyek nyata," ungkapnya.

Perwakilan dari lebih dari 130 negara, sebagian besar dari negara-negara Selatan, menghadiri forum tersebut, termasuk beberapa kepala negara, yang paling menonjol adalah Presiden Russia, Vladimir Putin.

"Kami menentang sanksi sepihak, pemaksaan ekonomi, pemisahan hubungan, dan gangguan rantai pasokan," kata Xi kepada lebih dari 1.000 delegasi yang berkumpul di ruang konferensi yang penuh hiasan di Aula Besar Rakyat, sebelah barat Lapangan Tiananmen.

Dalam acara pembukaan KTT itu, Presiden Jokowi menyampaikan sambutannya setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Russia Vladimir Putin, dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.