Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UGM Bikin Aplikasi 'Smart Mitigation' Tekan Dampak Tanah Longsor

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 11:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
UGM Bikin Aplikasi 'Smart Mitigation' Tekan Dampak Tanah Longsor Doc: ANTARA/Anis Efizudin
Ket. Arsip - Tanah longsor menimbun gedung sekolah di Desa Candisari, Windusari, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (13 Januari 2015).

YOGYAKARTA - Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Karya Inovatif (PKM-KI) Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat alat dan aplikasi smart mitigation sebagaisistem peringatan dini untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor.

Ketua Tim PKM-KI UGM Feri Arifin di Yogyakarta, Senin, mengatakan latar belakang pembuatan aplikasi itu karena melihat kondisi Indonesia yang masuk ke dalam kategori negara rawan bencana alam.

"Bencana tanah longsor di Indonesia menurut Geoportal Data Bencana Indonesia tercatat ada 716 kejadian pada tahun 2022. Rata-rata penyebabnya karena curah hujan yang tinggi," kata Feri.

Ia mengatakan, secara geografis, Indonesia terletak di antara tiga lempeng utama dunia sehingga sangat rawan terhadap ancaman bencana gempa bumi, tsunami, dan bencana alam lainnya.

Menurut Feri, bencana hampir setiap tahun terjadi secara berulang karena sebagian besar wilayah Indonesia masih terdapat pegunungan dan lereng curam.

Oleh karena itu, dengan alat dan aplikasi yang dinamai smart mitigation ini diharapkan mampu mendeteksi tingkat kelembaban dan kemiringan tanah secara real time.

Dalam aplikasi itu, kata Feri, terdapat fitur edukasi yang membuat masyarakat bisa mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan jika kondisi tanah dalam keadaan abnormalitas.

Ia menjelaskan fitur keamanan dalam aplikasi tersebut juga ditambahkan GPS untuk mendeteksi keberadaan alat apabila dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Melalui inovasi ini harapannya nanti bisa bekerja sama dengan BNPB sehingga alat ini bisa diproduksi secara massal dan bermanfaat bagi masyarakat," kata dia.

Tim PKM-KI UGM merupakan tim gabungan dari dua fakultas yaitu Fakultas Sekolah Vokasi dan Fakultas Biologi di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang diketuai Feri Arifin, dengan anggota Ilham Fauzi, Melani Putri Pratama, Retno Mutia, dan Derryl Carmenita Evelyn Winarto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.