Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar Ekonomi Syariah Unair Siapkan Skema untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 15:38 WIB | Oleh:
Guru Besar Ekonomi Syariah Unair Siapkan Skema untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Airlangga, Tika Widiastuti.

SURABAYA - Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Airlangga, Tika Widiastuti, baru-baru ini merekomendasikan Keuangan Sosial Islam (KSI) sebagai strategi yang tepat untuk memberantas kemiskinan ekstrem.

"Rekomendasi yang kami susun akan difokuskan pada upaya penghapusan kemiskinan ekstrem hingga tahun 2024 dan penurunan tingkat kemiskinan," ujarnya di Surabaya, Selasa (17/10).

Tika menuturkan, berdasarkan data BPS (2023) per Maret 2023 yaitu 9,36 persen atau 25,96 juta penduduk Indonesia merupakan masyarakat miskin, di mana 3,34 juta penduduk di antaranya tergolong kemiskinan ekstrem. Berdasarkan prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2024, tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada angka 6,5-7,5 persen, artinya pemerintah harus menghapus setidaknya 1,86 persen kemiskinan pada setiap tahunnya.

"Namun, prosentase penurunan kemiskinan masih di bawah 0,5 persen dari tahun 2020 sampai dengan Maret 2023. Evaluasi keberhasilan program pengentasan kemiskinan sangat diperlukan," ujar dia.

Untuk itu, ia telah menyiapkan skema integrasi KSI melalui model kolaborasi dengan skema transformasi dalam 4 tahap yaitu Economic Rescue, Economic Recovery, Economic Reinforcement, dan Economic Resilience (4-ER) menuju Indonesia Bebas Kemiskinan khususnya kemiskinan Ekstrem di 2024.

Tika menjelaskan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah meningkatkan sinergi antara lembaga pengelola KSI, Pemerintah, Perguruan Tinggi, Asosiasi, Media dan pihak lain sejenis, dalam rangka mengurangi jumlah penduduk miskin ekstrem sebesar 1,12 persen. Selanjutnya implementasi program pengentasan kemiskinan ekstrem yang berkesinambungan, didukung oleh integrasi sumber KSI dan komersial Islam, Integrasi data kemiskinan dan tata kelola instrumen KSI pada satu platform database , Pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pengumpulan dana ZISWAF.

"Perlu dipastikan adanya perencanaan strategis yang mendukung keberlanjutan program serta transformasi penerima menjadi pemberi manfaat, serta mendukung ketersediaan payung hukum yang eksplisit mengatur integrasi KSI," kata Tika, seraya menambahkan fungsi pengawasan oleh pihak regulator harus diperluat.

"Dan memberikan sanksi kepada lembaga yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku".

Terkait alasan rekomendasi, ia menjelaskan bahwa potensi KSI terus meningkat dimana potensi zakat meningkat dari 233,84 triliun rupiah pada 2019, menjadi 327,6 triliun rupiah pada tahun 2022.

Potensi ini juga diiringi dengan meningkatnya realisasi penerimaan zakat dan dana keagamaan lainnya. Di sisi lain, potensi wakaf juga terus menunjukkan peningkatan seiring meningkatnya produktivitas aset wakaf.

Namun demikian, seiring dengan kenaikan potensi dan realisasi KSI, kemiskinan masih menjadi persoalan ekonomi utama Indonesia, khususnya kemiskinan ekstrem.

"Selama ini potensi yang ada belum secara efektif signifikan memberantas kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan dengan adanya beberapa isu, seperti: rendahnya realisasi penghimpunan dana sosial Islam, dan program pemberdayaan menggunakan dana sosial Islam belum mempertimbangkan aspek keberlanjutan," ujarnya.

Dia menambahkan, instrumen KSI masih dikelola secara parsial, dan sampai saat ini belum terintegrasi dengan kebijakan fiskal Negara, dan adanya kelembagaan pengelola KSI.

"Ini belum memiliki landasan hukum yang dapat digunakan untuk menaungi integrasi antar instrumen KSI yang berbeda. Padahal akselerasi transformasi masyarakat miskin menjadi masyarakat sejahtera dapat terwujud dengan integrasi lembaga KSI," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.