Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Rakyat Indonesia di Cape Town Promosikan Budaya dan Produk Tanah Air

📅 Senin, 16 Okt 2023, 19:09 WIB | Oleh:
Pasar Rakyat Indonesia di Cape Town Promosikan Budaya dan Produk Tanah Air Doc: Dok KJRI Cape Town?

CAPE TOWN - ?Dalam upaya memperkenalkan tradisi Pasar Rakyat Indonesia dan lebih mendekatkan masyarakat kedua negara, KJRI Cape Town menyelenggarakan "Indonesian Folk Market" (Pasar Rakyat) di halaman kantor KJRI, Sabtu (14/10).

"Terdapat setidaknya 4.695 orang yang menghadiri Pasar Rakyat dengan antrean masuk yang panjang di depan dan samping KJRI. Cuaca cerah dan hangat juga mendukung suksesnya acara Pasar Rakyat. Antusiasme Warga Negara Indonesia (WNI) yang menghadiri acara tersebut juga tampak jelas. Acara ini menjadi kesempatan sebagai wadah promosi budaya dan produk Indonesia, serta business matching," lapor KJRI Cape Town? seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Senin (16/10).

KJRI Cape Town, Afrika Selatan, menyediakan booth untuk 16 vendor masyarakat Indonesia yang memperkenalkan dan menjual makanan-minuman, kerajinan tangan serta produk Indonesia lainnya. Aneka kuliner (rendang, sate, nasi goreng, mie bakso, asinan, jajanan pasar, hingga es teler) serta beragam kerajinan tangan (patung kayu, baju batik, serta perhiasan perak) dapat ditemui di sana.

Dua perusahaan Indonesia yang telah masuk pasar Afrika Selatan serta Indonesian Trade Promotion Center Johannesburg juga berpartisipasi mempromosikan produk Indonesia. Sementara paket wisata ke Indonesia ditawarkan tour operator milik diaspora dan Friends of Indonesia.

Tarian tradisional Indonesia ditampilkan sanggar tari EOAN Group, di mana pelatihnya adalah WN Afrika Selatan alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia. Di samping itu juga ditampilkan Cape Malay Choir - Young Men Sporting Club, yang merupakan kelompok paduan suara Cape Malay tertua.

Pasar Rakyat menampilkan karakter unik dan khas masyarakat Indonesia yakni keramahtamahan, persahabatan, dan ketulusan yang sangat mengena di hati komunitas Cape Malay. Hal ini menjadi perekat alami dalam memperkuat hubungan masyarakat Indonesia - Cape Town.

Komunitas Cape Malay mencapai lebih dari 300 ribu orang, di mana nenek moyang mereka berasal dari Indonesia, seperti Tuan Guru dari Tidore dan Syekh Yusuf Al Macassari yang diasingkan ke Cape Town sekitar abad 16 dan 17 semasa kolonial.

Sebagai puncak acara, Pasar Rakyat menghadirkan artis Indonesia, Tiyara Ramadhani (Rara) dan Hari Putra dari LIDA. Mereka membawakan lagu-lagu Indonesia dari beragam genre, termasuk dangdut yang mendapat sambutan sangat meriah dari pengunjung yang turut menikmati lantunan musik tersebut.

Acara kemudian ditutup dengan tarian dari pengunjung dan panitia Indonesian Folk Martket dengan lagu dari Maumere yang dinyanyikan Rara dan Hari. I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.