Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran di Gunung Lawu Mereda, Water Bombing Dihentikan

📅 Sabtu, 14 Okt 2023, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran di Gunung Lawu Mereda, Water Bombing Dihentikan Doc: ANTARA/Aris Wasita
Ket. Pemadaman kebakaran dengan menggunakan metode water bombing di wilayah Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (9/10/2023).

MAGETAN - Satgas Bersama Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Lawu Lintas Provinsi menghentikan pemadaman kebakaran melalui jalur udara atau water bombing seiring meredanya kebakaran di kawasan itu.

"Karhutla Gunung Lawu yang terjadi sejak akhir September lalu kini telah mereda, baik dari sisi Kabupaten Ngawi, Magetan, maupun Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Karena itu per hari Jumat (13/12) aktivitas penanganan melalui water bombing dihentikan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) Gatot Soebroto dalam keterangannya yang diterima di Magetan, Sabtu (14/10).

Menurut dia, penghentian water bombing yang telah berlangsung selama 11 hari tersebut berdasarkan hasil keputusan rakor dan evaluasi yang dilakukan satgas bersama di Posko Penanganan Karhutla Kabupaten Karanganyar.

"Setelah mendapat laporan perkembangan kondisi karhutla di masing-masing daerah dan masukan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan Tim BNPB, maka kita putuskan, aktivitas water bombing untuk penanggulangan karhutla Gunung Lawu ditutup," katanya.

Ia berterima kasih kepada BNPB yang merespons cepat kebutuhan water bombing dengan mengirimkan helikopter tipe PK-DBM, sehingga penanganan lewat jalur udara bisa terlaksana dengan cepat.

Kegiatan water bombing yang berlangsung di tiga daerah telah terlaksana sebanyak 215 kali selama 11 hari dengan menggunakan 215.000 liter air.

Sementara total area terdampak karhutla di Gunung Lawu hingga Jumat (13/10) mencapai 2.185 hektare, meliputi, wilayah Kabupaten Ngawi seluas 1.300 hektare, Kabupaten Magetan 700 hektare, dan Kabupaten Karanganyar seluas 185 hektare.

"Namun untuk aktivitas pemadaman lewat jalur darat akan tetap kami lanjutkan, dengan fokus kegiatan pencarian dan pembasahan bara api yang berpotensi menyala kembali," kataGatot.

Selain itu tim jalur darat juga akan melakukan pembersihan sisa kayu atau material yang terbakar dan melakukan reboisasi, guna mengantisipasi banjir bandang saat musim hujan.

"Terkait penutupan jalur pendakian, kami masih akan melihat perkembangan di masing-masing daerah, hingga kondisi dirasa benar-benar aman," katanya.

Rakor yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto tersebut diikuti Staf Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Prastato Hendarsanto, Perwakilan BPBD Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Karanganyar, dan Kalaksa BPBD Ngawi Prila Yuda Putra, Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa, dan Kalaksa BPBD Karanganyar Yuli Patmi Handayani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.