Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bonus dari Penurunan Emisi CO2 Diharapkan Bisa Dijual di Pasar Karbon

📅 Sabtu, 14 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Bonus dari Penurunan Emisi CO2 Diharapkan Bisa Dijual di Pasar Karbon Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap agar bonus dari penurunan emisi CO2 yang mencapai dua juta ton bisa diperdagangkan di pasar karbon.

"Karena itu lebih baik dari target kita," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi, di Jakarta, Jumat (13/10).

Seperti dikutip dari Antara, pernyataan tersebut dia sampaikan ketika memberi sambutan dalam Tripatra Sustainable Engineering Summit yang bertajuk, Ushering the New Era: Dare to Change Tomorrow.

Dalam kesempatan tersebut, Yudo memaparkan bahwa realisasi penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia, hingga saat ini, mencapai 118,2 juta ton CO2. Realisasi tersebut melampaui target enhanced nationally determined contribution (ENDC) Indonesia yang sebelumnya ditetapkan sebesar 116 juta ton CO2 ekuivalen.

Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional atau nationally determined contribution (NDC) merupakan kontribusi tiap negara anggota PBB yang menandatangani Perjanjian Paris 2015 atau Paris Agreement dalam menurunkan emisi karbon. "Jadi, kita sekarang sudah bonus sekitar dua juta ton CO2. Mudah-mudahan bisa lebih," kata Yudo.

Lebih lanjut, Yudo mengatakan pada 2022, sektor energi berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 91,5 juta ton CO2 ekuivalen, yang dilakukan melalui aksi mitigasi efisiensi energi, energi baru terbarukan, bahan bakar rendah karbon, penggunaan teknologi pembangkit bersih, dan kegiatan lainnya.

Transisi Energi

Berbagai capaian tersebut, kata Yudo, merupakan bukti dari komitmen untuk memenuhi NDC dan menggerakkan transisi energi Indonesia.

Pada 2024, Yudo menyatakan Indonesia menargetkan akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 142 juta ton. "Melalui enhanced NDC, Indonesia menaikkan target penurunan emisi karbon," ujar Yudo.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan strategi yang digunakan untuk mempercepat target net zero emission (NZE) di sektor industri yakni dengan meminimalkan komponen limbah industri dan menekan emisi dari penggunaan energi.

"Salah satu langkah untuk mempercepat target NZE adalah dengan meminimalkan komponen limbah industri dan IPPU (Industrial Process and Product Use) di industri," kata Menperin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.