Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WNA Tewas dalam Kebakaran Pabrik Smelter, Polda Kaltim Koordinasi dengan Imigrasi

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
WNA Tewas dalam Kebakaran Pabrik Smelter, Polda Kaltim Koordinasi dengan Imigrasi Doc: bidkesmapta
Ket. Markas Polda Kaltim.

BALIKPAPAN - Polisi berkoordinasi dengan Imigrasi dalam hal mengurus jenazah WNA asal Tiongkok, CW (40), karyawan PT Kalimantan Ferro Industri (KFI) yang tewas dalam kebakaran di smelter nikel yang dikelola perusahaan tersebut.

"Nanti dari imigrasi akan menghubungi Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, sebelum disampaikan ke pihak keluarga korban di negaranya. Apakah korban ini mau dipulangkan atau dimakamkan di sini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) Kombes Pol Yusuf Sutejo, di Balikpapan, Jumat (13/10).

Sebelumnya jenazah diotopsi di RS Bhayangkara Balikpapan untuk mengetahui sebab kematian secara resmi. Penanganan korban yang meninggal dunia ini, sebut Kombes Yusuf, sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pihak kepolisian.

Kebakaran yang terjadi di pabrik smelter nikel PT KFI di Pendingin, Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Rabu (11/10), tersebut juga mengakibatkan JL (49 tahun) mengalami luka bakar hingga 75 persen. JL tengah dirawat intensif di RS Abdul Wahab Sjachranie di Samarinda.

Pabrik smelter nikel PT KFI baru diresmikan beroperasinya oleh Gubernur Kaltim Isran Noor pada 19 September 2023. Pabrik pengolahan bijih nikel ini menyerap hingga 1.700 tenaga kerja yang sebagian besardari warga sekitar Sanga-Sanga.

Di smelter ini, bijih nikel diolah, dilebur, dan dimurnikan, dengan cara dipanaskan dalam suhu tinggi untuk mendapatkan produk yang antara lain disebut nikel matte atau feronikel.

Nikel matte merupakan bahan baku industri bateraiuntuk kendaraan listrik, kendaraan zero emisi yang pada masa depan diperhitungkan akan menggantikan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) .

Sebab pentingnya produk yang dihasilkannya inilah, sebut Kombes Yusuf, smelter nikel menjadi satu obyek vital nasional, status kawasan yang menjadikannya diamankan secara maksimal oleh aparat kepolisian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.