Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai 'Head Stroke' Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Ini Cara Jitu untuk Mencegahnya

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 17:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai 'Head Stroke' Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Ini Cara Jitu untuk Mencegahnya Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dr Hj Ni Ketut Eka Nurhayati.

Mataram - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram Nusa Tenggara Barat dr Hj Ni Ketut Eka Nurhayati mengimbau masyarakat agar waspada terhadap "head stroke" (kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrolsuhu badan) sebagai dampak cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini.

"Salah satunya dengan banyak minum air putih bisa jadi salah satu solusi menghindari kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi akibat cuaca panas ekstrem," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Ni Ketut Eka Nurhayati menyikapi cuaca panas ekstrem yang melanda semua daerah secara merata, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan suhu hingga di atas 34 derajat celsius.

Menurut Nurhayati, "head stroke" bisa terjadi karena tubuh tidak bisa beradaptasi dengan cuaca panas ekstrem sehingga badan ikut merasakan panas.

Beberapa gejala "head stroke" antara lain sakit kepala, pusing, mual dan muntah. Karena itu, langkah cepat untuk mengurangi risiko "head stroke" adalah dengan banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi serta hindari paparan sinar matahari langsung.

"Kalau beraktivitas di luar sebaiknya menggunakan pelindung seperti topi, dan sejenisnya," katanya.

Pada sisi lain, berdasarkan informasi dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Mataram menyebutkan, selama cuaca panas ekstrem terjadi peningkatan kunjungan pasien di IGD dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa).

Kasus Ispa dengan keluhan demam, batuk, pilek, baik di kalangan anak-anak maupun dewasa di IGD zona hijau (rawat jalan), akhir-akhir ini lebih tinggi dibandingkan kasus lainnya seperti penyakit maag, asam lambung, dan lainnya.

"Angka pasti data peningkatan kasus Ispa ada di kantor," katanya saat ditemui di areal Kantor Wali Kota Mataram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.