Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 15:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah Doc: ANTARA/Bayu Saputra.
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OKJ Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK Bulan September 2023 secara daring di Jakarta, Senin (9/10/2023).

Jakarta, 13/10 (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi keuangan syariah dengan mengoptimalkan peran ibu sebagai duta literasi keuangan syariah melalui penyelenggaraan Program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (Sicantiks).

"Dengan hadirnya Program Sicantiks, diharapkan dapat meningkatkan literasi mencakup pengetahuan terkait produk keuangan syariah serta perencanaan dan manajemen keuangan keluarga," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/10).

Friderica menuturkan Program Sicantiks dirancang untuk mendorong hadirnya duta literasi perempuan keuangan syariah, salah satunya dengan memberikan pelatihan literasi keuangan secara berkelanjutan berbasis komunitas.

Program Sicantiks diharapkan bisa memberdayakan ibu-ibu sebagai agen edukasi yang dapat berbagi pengetahuan kepada masyarakat yang lebih luas, serta mendorong ibu-ibu untuk turut memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah sebagai upaya dalam meningkatkan inklusi.

Ia mengatakan sebagai regulator jasa keuangan, OJK tidak hanya mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan, namun juga melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, OJK memiliki serangkaian program untuk peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah termasuk Sicantiks.

Dalam Bulan Inklusi Keuangan sepanjang Oktober 2023, OJK mengharapkan Program Sicantiks dapat menjadi gerbang awal bagi para ibu-ibu Majelis Taklim dapat mencapai puncak tertinggi piramida literasi. Keterampilan itu mulai dari kemampuan mengelola keuangan rumah tangga, serta memahami hak dan kewajiban ibu dalam pengelolaan keuangan.

Setelahnya, pada tingkat yang lebih matang lagi, perempuan akan mendapatkan pemberdayaan secara finansial dan pemanfaatan produk atau layanan keuangan untuk kesejahteraan finansial yang berkesinambungan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi (SNLKI) yang dilaksanakan OJK di 2022, indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 9,14 persen, sementara indeks literasi keuangan konvensional mencapai 49,68 persen.

Oleh karena itu, Kepala Departemen Literasi, Inklusi, dan Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aman Sentosa sebelumnya mengatakan bahwa jarak literasi keuangan syariah dan keuangan konvensional perlu terus diperkecil.

Jarak antara indeks literasi keuangan syariah dengan keuangan konvensional perlu terus diperkecil dengan upaya-upaya meningkatkan literasi keuangan syariah, termasuk dengan memberikan informasi terkait produk keuangan syariah pada siswa dan mahasiswa.

Ia mengatakan literasi keuangan syariah yang rendah dapat menyebabkan masyarakat mudah ditipu oleh oknum yang menyelenggarakan jasa keuangan ilegal hingga kehilangan kepercayaan terhadap lembaga jasa keuangan.

"Literasi keuangan yang rendah merupakan pangkal dari tingginya ketidakpuasan dan pengaduan masyarakat pada OJK terkait layanan jasa keuangan, termasuk pengaduan terkait investasi bodong, pinjol (pinjaman online) ilegal," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.