Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Kecam Kunjungan Kapal Induk AS ke Pelabuhan Korsel

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 10:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut Kecam Kunjungan Kapal Induk AS ke Pelabuhan Korsel Doc: Korea Times/AP/Yonhap
Ket. Kapal induk USS Ronald Reagan dikawal saat tiba di Busan, Korsel. Kapal induk bertenaga nuklir tersebut tiba di kota pelabuhan Busan menjelang latihan militer gabungan AS-Korsel yang bertujuan untuk menunjukkan kekuatan mereka melawan ancaman Korea Utara.

SEOUL - Pyongyang pada Jumat (13/10) mengecam kunjungan kapal induk USS Ronald Reagan ke pelabuhan Korea Selatan, dengan mengatakan bahwa hal itu menunjukkan Washington telah mencapai "fase paling serius" dalam persiapan menghadapi potensi perang nuklir.

Kapal induk bertenaga nuklir tersebut saat ini berlabuh di kota pelabuhan selatan Busan setelah latihan maritim bersama selama dua hari yang dilakukan bersama kapal-kapal dari Korea Selatan dan Jepang awal pekan ini.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA menyebut, latihan tersebut, yang menyimulasikan intersepsi terhadap kapal penyelundup Korea Utara, merupakan sebuah "provokasi militer yang tidak terselubung".

Latihan ini merupakan lanjutan dari latihan tahunan Ulchi Freedom yang dilakukan AS-Korea Selatan, yang dianggap Pyongyang sebagai latihan invasi.

Kepala staf gabungan Seoul telah mengumumkan latihan tambahan akan dilakukan minggu depan.

"Skema serangan nuklir AS terhadap DPRK dan implementasinya telah mencapai fase sistematisasi dan visualisasi yang paling serius," komentar KCNA pada hari Jumat.

"Sudah jelas apa dampak yang akan terjadi di semenanjung Korea, di mana angkatan bersenjata dan senjata nuklir dalam jumlah besar saling berkonfrontasi satu sama lain, bahkan jika terjadi percikan api," tambahnya.

Korea Utara telah melakukan sejumlah peluncuran rudal yang memecahkan rekor tahun ini meskipun melanggar sanksi internasional, dan Pyongyang bulan lalu menetapkan statusnya sebagai negara nuklir dalam konstitusinya.

Korea Utara juga berjanji meluncurkan satelit mata-mata militer ke orbit bulan ini setelah dua upaya sebelumnya gagal, yang terakhir pada bulan Agustus.

Ketika upaya diplomasi terhenti, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol telah melakukan upaya bersama untuk memperbaiki hubungan yang tegang secara historis dengan Jepang, mantan penguasa kolonial negara tersebut.

Pada bulan Agustus, Yoon dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengambil bagian dalam pertemuan puncak tiga arah yang diselenggarakan oleh Presiden AS Joe Biden di Camp David, menyetujui rencana latihan gabungan reguler multi-tahun.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menggambarkan aliansi pertahanan yang sedang berkembang sebagai "ancaman terburuk yang sebenarnya".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.