Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa Unpad Ciptakan Makanan Pendamping ASI, Dekamon Chunk, untuk Cegah 'Stunting'

📅 Kamis, 12 Okt 2023, 13:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mahasiswa Unpad Ciptakan Makanan Pendamping ASI, Dekamon Chunk,  untuk Cegah 'Stunting' Doc: antarafoto
Ket. Mahasiswa Unpad

JAKARTA - Mahasiswa Agroteknopreneur Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) berinovasi dengan menciptakan makanan pendamping ASI (MPASI) instan untuk mencegah stunting yang diberi nama Dekamon Chunk.

"Selain bernilai gizi, produk Dekamon Chunk ini juga praktis digunakan," kata salah seorang inovator Riri Andini saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/10).

Inovasi itu digagas Riri bersama empat orang temannya yaitu Itsnaini Syakirah, Styarini Rahayuningsih, Ayesha Humaira, dan Muhammad Kamal, dibawah bimbingan dosen Pertanian Unpad Ana Khalisa.

Ia mengatakan bahwa Dekamon Chunk merupakan produk MPASI instan berbentuk kubus yang dibuat dengan menggunakan metode Dehydrated Press agar praktis dan tahan lama.

Pembuatan produk tersebut, kata dia memperhatikan asupan gizi pada anak serta menimbang minat ibu milenial terhadap kepraktisan dalam memenuhi kebutuhan anak.

Semua bahan yang digunakan dalam Dekamon Chunk itu, kata dia juga berasal dari olahan organik tanpa tambahan perasa buatan terdiri dari sayur kale, salmon, wortel, bawang merah, dan bawang putih.

"Melalui program kreativitas mahasiswa, kami ingin berkontribusi dalam menekan prevalensi stunting di Indonesia. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan sayuran kale di mana sayuran ini sangat banyak mengandung nutrisi," kata dia.

Cara penyajian produk tersebut menurutnya sangat praktis dengan hanya mencampurkan 1 kubus Dekamon Chunk untuk porsi makan bayi kurang lebih 100 gram.

Ibu bayi hanya tinggal menyiapkan karbohidrat pendampingnya seperti bubur, nasi, atau kentang untuk anaknya.

Minat masyarakat terhadap produk Dekamon Chunk ini dinilainya cukup positif. Hal itu dibuktikan saat ia dan tim melakukan penjualan produk melalui Puskesmas Jatinangor di Kabupaten Sumedang yang mendapat respon baik dari masyarakat sekitar.

"Awalnya kami takut dalam melakukan pemasaran langsung kepada masyarakat karena produk kami masih baru dikembangkan, namun ternyata respon masyarakat malah sebaliknya," kata dia.

Selain menjual secara langsung, Riri dan teman-temannya juga memasarkan produknya secara daring melalui berbagai kanal media sosial seperti Instagram melalui akun @dekamonchunk.

Ia berharap produk inovasinya nya dapat lebih dikenal seluruh masyarakat Indonesia dan dipercaya sebagai solusi dari masalah stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.