Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Melobi Russia untuk Bisa Melanjutkan Kesepakatan Laut Hitam

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
PBB Melobi Russia untuk Bisa Melanjutkan Kesepakatan Laut Hitam Doc: ISTIMEWA
Ket. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

NEW YORK - Pejabat tinggi perdagangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rebeca Grynspan, pada Senin (10/10), bertemu dengan pejabat Russia di Moskwa untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan memungkinkan akses tanpa hambatan biji-bijian dan pupuk dari Russia dan Ukraina, ke pasar global.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyebutkan Kepala Bantuan PBB, Martin Griffiths, juga menghadiri pertemuan tersebut secara virtual. "Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melanjutkan tekadnya untuk memfasilitasi akses tanpa hambatan ke pasar global untuk produk pangan dan pupuk baik dari Ukraina dan Federasi Russia," tambahnya.

Dikutip dari The Straits Times, Dujarric mengatakan konsultasi Grynspan dan Griffiths dengan Russia berlangsung dengan mempertimbangkan tujuan ini.

PBB menyalahkan perang Russia di Ukraina karena memperburuk krisis pangan global. Ukraina dan Russia merupakan eksportir biji-bijian utama dan Moskwa juga merupakan pemasok besar pupuk bagi dunia.

Para pejabat PBB berupaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina ke Laut Hitam dengan aman.

Menghadapi Hambatan

Russia keluar dari pakta tersebut pada Juli, setahun setelah ditengahi oleh PBB dan Turki, dengan keluhan bahwa ekspor makanan dan pupuk mereka menghadapi hambatan dan minimnya pasokan gandum Ukraina ke negara-negara yang membutuhkan.

Meskipun ekspor makanan dan pupuk Russia tidak terkena sanksi Barat yang diberlakukan setelah invasi Russia ke Ukraina pada Februari 2022, Moskwa mengatakan pembatasan pembayaran, logistik, dan asuransi telah menghambat pengiriman.

Untuk meyakinkan Russia agar menyetujui kesepakatan Laut Hitam tahun lalu, para pejabat PBB mengatakan mereka akan membantu memfasilitasi ekspor Russia.

Guterres mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, pada Agustus, yang menguraikan langkah-langkah yang dapat dilakukan PBB untuk membantu meningkatkan ekspor gandum dan pupuk Russia dalam upaya meyakinkan Moskwa untuk kembali ke kesepakatan.

Lavrov mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa Russia belum menolak usulan PBB, namun menggambarkannya sebagai tidak realistis.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengatakan Turki menjadikan pemulihan perjanjian pangan Laut Hitam sebagai agenda utama dalam upaya diplomatiknya di sela-sela sidang ke-78 Majelis Umum di New York.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.