Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Redam Inflasi, BI DKI Jakarta Salurkan Bantuan 100 Ribu Bibit Cabai

📅 Selasa, 10 Okt 2023, 17:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Redam Inflasi, BI DKI Jakarta Salurkan Bantuan 100 Ribu Bibit Cabai Doc: Istimewa.
Ket. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar dalam acara seremoni penyerahan 100 ribu Bibit Cabai Unggul di lahan kelolaan Kelompok Tani Kebun Berseri Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (10/10).

JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta berupaya meredam inflasi di Jakarta dengan membagikan 100 ribu bibit cabai unggul ke masyarakat di DKI Jakarta.

Hal itu merespons berbagai tantangan pertumbuhan ekonomi regional dan nasional serta menjaga inflasi dalam secara nasional 2023 yaitu 3%+1%, telah dicanangkan program nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP) tahun 2023 secara serentak, salah satunya melalui implementasi ketahanan komoditas hortikultura dan pasokan pangan strategis.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta melakukan sinergi dan inovasi program melalui digital farming dan pemberian bibit cabai unggul kepada kelompok masyarakat DKI Jakarta, Selasa (10/10), bertempat di lahan kelolaan Kelompok Tani Kebun Berseri Bintaro.

Kegiatan seremoni penyerahan Bibit Cabai Unggul ini dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Suharini Eliawati, Perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI Jakarta, dan Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Tani Wilayah DKI Jakarta.

DKI Jakarta berkontribusi menyumbang 27% dari Nilai Konsumsi Nasional yang berkontribusi terhadap angka inflasi Indonesia (BPS, 2023). Pada September 2023, IHK DKI Jakarta tercatat mengalami Inflasi sebesar 0,19% (mtm), dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,01% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK DKI Jakarta pada September 2023 mencapai 1,89% (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya (2,93% yoy) dan angka inflasi nasional (2,28%, yoy).

Meski demikian, mewaspadai perkembangan inflasi volatile food, berdasarkan data historis sepanjang 2022 - 2023, komoditas yang seringkali menjadi penyumbang inflasi masih didominasi oleh kelompok bahan makanan, salah satu diantaranya adalah aneka cabai. Cabai merah dan cabai rawit masing-masing memiliki pangsa 0,25% dan 0,09% terhadap total inflasi Jakarta atau 1,77% dan 0,66% terhadap keranjang inflasi volatile food.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar menyampaikan, karakteristik Jakarta yang bukan merupakan daerah produsen perlu kiranya untuk memperkuat sinergi dan inovasi program dalam menjaga stabilitas harga yang akan berdampak kepada inflasi di DKI Jakarta. Kiranya terdapat 3 hal yang berlu dilakukan, pertama, alignment program selaras dengan kerangka 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga dan Komunikasi Efektif).

Kedua, pelaksanaan operasi pasar bersama yang didukung upaya untuk terus menjaga koordinasi & komunikasi guna mengawal ekspektasi masyarakat terhadap pengendalian harga, dan Ketiga, dukungan dalam penyediaan alsintan saprodi, termasuk pengembangan sektor pangan lainnya, melalui perikanan dan juga digital farming dan pemberian bantuan 100 ribu Bibit Cabai Unggul pada kelompok masyarakat tahun 2023 dalam rangka mendorong budaya menanam komoditas hortikultura dan pasokan pangan strategis di seluruh Wilayah DKI Jakarta seperti cabai.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendorong budaya menanam komoditas holtikultura penyumbang inflasi seperti cabai di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Suharini Eliawati juga menyampaikan, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, diantaranya inisiasi digital farming dan penyediaan bibit kepada kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Tani di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.