Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyidik Ungkap Keterlibatan Zul Zivilia dalam Jaringan Fredy Pratama

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 19:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyidik Ungkap Keterlibatan Zul Zivilia dalam Jaringan Fredy Pratama Doc: antarafoto
Ket. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juharsa

JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juharsa mengatakan pihaknya telah mengambil keterangan dari Zul Zivilia, terpidana kasus narkoba tahun 2019, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa vokalis grup Zivilia tersebut merupakan bagian dari jaringan sindikat narkoba Fredy Pratama.

"Bahwa Zul langsung kaitannya dengan Fredy Pratama. Karena barang bukti yang diterima oleh Zul adalah itu barang bukti punya Fredy Pratama," kata Mukti di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (5/10) petang.

Jenderal polisi bintang satu itu menjelaskan, Zul mengedarkan narkoba milik jaringan Fredy Pratama sebanyak 23 ribu butir ekstasi dan 30 kg shabu. "Yang 30 kg sabu itu punya Fredy Pratama," katanya.

Sebelum ditangkap Maret 2019, lanjut Mukti, Zul menjadi kurir Fredy Pratama untuk wilayah Indonesia bagian Timur tepatnya di Sulawesi Selatan. Peran tersebut dijalani selama kurang lebih enam bulan sebelum dilakukan penangkapan.

Dari hasil pemeriksaan hari ini, kata Mukti, terungkap bahwa setelah ditangkap dan ditahan di rumah tahanan, Zul mengaku menerima uang selama delapan bulan dari Fredy Pratama, nominal per bulannya Rp4 juta.

Menurut Mukti, berdasarkan pengakuan Zul, bahwa anggota jaringan Fredy Pratama jika sudah ditangkap dan ditahan tetap diperhatikan (diopenin).

"Itu semenjak di dalam sel ya. Di dalam sel ada tujuh bulan, delapan bulan dia terima uang dari Fredy pratama, yang mana menerima uang tiap bulan Rp 4 juta," kata Mukti.

Mukti enggan mengungkap uang Rp 4 juta per bulan yang diterima Zul apakah ditransfer langsung oleh Fredy Pratama atau melalui perantara. Sementara, uang tersebut hanya diterima selama tujuh sampai delapan bulan saja. Setelah itu tidak ada pengiriman uang lagi kepada Zul.

Mantan Dirnarkoba Polda Metro Jaya itu menegaskan, pihaknya akan terus mendalami informasi terkait jaringan Fredy Pratama kepada pihak-pihak yang diduga terlibat, dan memburu keberadaan Fredy Pratama yang masih buron. "Ini pasti terus bergulir, siapa yang terlibat akan jadi tersangka," ujar Mukti.

Polri membentuk Satgas Penanggulangan, Peredaran dan Penyebaran Narkoba Polri memburu jaringan internasional Fredy Pratama. Selama periode Mei-Oktober 2023 sebanyak 44 tersangka jaringan Fredy Pratama berhasil ditangkap.

Selain itu, selama periode 2020 sampai dengan 2023, Mabes Polri dan polda jajaran sudah menerbitkan 408 laporan polisi dan menangkap sebanyak 884 tersangka yang terkait dengan jaringan narkoba Fredy Pratama.

Tim Satgas juga melakukan penyitaan aset tambahan dari jaringan Fredy Pratama Rp75,62 miliar dengan rincian, tanah dan bangunan sebanyak 20 unit senilai Rp 44 miliar, kendaraan 18 unit senilai Rp7,8 miliar, uang tunai senilai Rp22 miliar dan barangn-barang lain seperti perhiasan, barang mewah senilai Rp1,82 miliar.

Selain mengusut tindak pidana asal narkoba, Satgas Penanggulangan Narkoba Bareskrim Polri juga mengusut Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jaringan Fredy Pratama. Saat ini penyidik menyita barang bukti sabu sebanyak 10,2 ton dan menyita aset TPPU sebanyak 273,45 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.