Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laksana Dorong Perguruan Tinggi Negeri Buka Program Studi Arkeologi

📅 Kamis, 05 Okt 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Laksana Dorong Perguruan Tinggi Negeri Buka Program Studi Arkeologi Doc: brin.go.id

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia untuk membuka program studi (prodi) arkeologi.

"PTN dengan prodi arkeologi saat ini baru ada enam. Kita ingin mendorong mereka untuk membantu membuka jurusan arkeologi di kampus lain, khususnya PTN-BH (berbadan hukum)," kata kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam acara peringatan 20 Tahun Penemuan Homo Floresiensis yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (4/10).

Laksana mengatakan BRIN optimistis dalam mendorong sejumlah PTN untuk membuka prodi arkeologi yang kerap dikonotasikan sebagai prodi sepi peminat. BRIN, kata dia, telah menyiapkan wadah untuk para lulusan prodi arkeologi dengan membuka sejumlah situs penelitian baru seperti Situs Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang di Bumiayu, Jawa Tengah, serta Situs Bongal di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

"Jadi mereka gak perlu bingung, tinggal ikut saja.Cost-nya memang tinggi untuk bikin ekskavasi, kami sudah ada, mereka tinggalnimbrung," ujar dia.

Laksana menambahkan pihaknya memiliki suatu mekanisme khusus kepada para arkeolog dan kampus untuk dapat bekerja dan melakukan riset dengan dukungan peralatan dan anggaran yang berkesinambungan.

Melihat berbagai upaya yang akan dilakukan BRIN dalam mendorong PTN untuk membuka prodi arkeologi, dia menilai prodi tersebut dapat menjadi primadona pada masa depan. Dia menjelaskan para lulusan prodi arkeologi nantinya akan dilebur dalam berbagai proyek ekskavasi, bersama dengan sekitar 150 arkeolog yang lebih senior.

"Direncanakan dua tim, nanti kalau membesar, mahasiswanya juga sudah pintar, maka tim inti bisa dipecah lagi. Bikin kawasan baru di Makassar misalnya, atau di tempat lain," ungkap Laksana.

Upaya ini, kata Laksana, penting dilakukan untuk melestarikan arkeolog Indonesia, sekaligus dapat menjadi sebuah warisan dari generasi arkeolog yang terdahulu. "Tanpa kalian (arkeolog), kita gak bisangapa-ngapain. Kita gak bisa biarkan arkeolog habis setelah kalian pensiun. Oleh karena itu kita dorong pembukaan prodi arkeologi, kalau perlu di semua PTN-BH," tutur Laksana Tri Handoko.

Untuk diketahui, keenam PTN yang memiliki prodi arkeologi adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Universitas Indonesia, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, serta Universitas Jambi. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.