Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Adopsi Rencana untuk Kurangi Bahaya Bahan Kimia

📅 Senin, 02 Okt 2023, 02:15 WIB | Oleh:
PBB Adopsi Rencana untuk  Kurangi Bahaya Bahan Kimia Doc: AFP/Sia KAMBOU
Ket. Direktur eksekutif UNEP, Inger Andersen

PARIS - Sebuah peta jalan baru untuk mengurangi risiko lingkungan akibat bahan kimia dan limbah diadopsi pada konferensi PBB yang digelar pada Sabtu (30/9) sebagai bagian dari upaya untuk mengelola paparan bahan kimia yang merusak.

Kerangka Kerja Global tentang Bahan Kimia diadopsi oleh pemerintah, perusahaan, dan LSM pada Konferensi Internasional tentang Pengelolaan Bahan Kimia yang kelima, yang diadakan di Bonn, Jerman, dan diselenggarakan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

Rencana tersebut menetapkan 28 target dan pedoman konkret untuk sektor-sektor utama di seluruh siklus hidup bahan kimia, mulai dari produksi hingga limbah. Upaya tersebut termasuk mencegah perdagangan ilegal bahan kimia dan limbah, menerapkan undang-undang nasional, dan menghapuskan secara bertahap pestisida yang sangat berbahaya di bidang pertanian pada tahun 2035.

Rencana ini juga menyerukan transisi ke bahan kimia alternatif yang lebih berkelanjutan, pengelolaan bahan kimia yang bertanggung jawab di sektor-sektor seperti industri, pertanian dan layanan kesehatan, dan untuk lebih banyak akses terhadap informasi tentang risiko terkait berbagai bahan kimia.

"Setiap orang di planet ini harus dapat hidup dan bekerja tanpa takut jatuh sakit atau meninggal akibat paparan bahan kimia," kata Inger Andersen, direktur eksekutif UNEP, seraya menyerukan agar pemerintah, industri kimia dan semua orang yang terlibat untuk melakukan tindakan melampaui apa yang telah disepakati untuk melindungi manusia dan planet tempat kita semua bergantung. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.