Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

100 Lumba-lumba Ditemukan Mati di Amazon Brazil Akibat Suhu Ekstrem

📅 Senin, 02 Okt 2023, 14:03 WIB | Oleh:
100 Lumba-lumba Ditemukan Mati di Amazon Brazil Akibat Suhu Ekstrem Doc: The Guardian/Andre Kumark
Ket. Penduduk di Tefé menggambarkan pemandangan mengerikan setelah bangkai lumba-lumba terlihat mengambang di sungai.

JAKARTA - Lebih dari seratus lumba-lumba ditemukan mati di Amazon Brasil di tengah kekeringan dan suhu air yang mencapai rekor tertinggi.

CNN melaporkan, lumba-lumba yang mati semuanya ditemukan di Danau Tefé dalam tujuh hari terakhir.

Institut Mamirauá, fasilitas penelitian yang didanai Kementerian Ilmu Pengetahuan Brazil, menyebutkan, tingginya jumlah kematian lumba-lumba merupakan hal yang tidak biasa dan suhu danau yang mencapai rekor tertinggi serta kekeringan di Amazon mungkin menjadi penyebabnya.

Berita ini menambah kekhawatiran para ilmuwan iklim atas dampak aktivitas manusia dan kekeringan ekstremterhadap wilayah tersebut.

"Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kejadian ekstrem ini, namun menurut para ahli kami, hal ini pasti terkait dengan periode kekeringan dan suhu tinggi di Danau Tefé, yang di beberapa titik suhunya melebihi 39 derajat Celsius (102 derajat Fahrenheit)," kata para peneliti.

Amazon, sungai terbesar di dunia, saat ini sedang memasuki musim kemarau. Beberapa spesimen fauna sungai juga menderita akibat suhu yang mencapai rekor tertinggi.

Para peneliti dan aktivis mencoba menyelamatkan lumba-lumba yang masih hidup dengan memindahkan mereka dari laguna dan kolam di pinggiran sungai ke bagian utama sungai yang airnya lebih dingin, CNN Brasil melaporkan. Namun operasi tersebut tidak mudah karena lokasinya yang terpencil.

"Memindahkan lumba-lumba sungai ke sungai lain tidaklah aman karena penting untuk memverifikasi apakah ada racun atau virus [sebelum melepaskan hewan tersebut ke alam liar]," kata André Coelho, peneliti di Institut Mamiraua.

Kekeringan di Amazon juga berdampak pada perekonomian.Ketinggian air di bawah rata-rata terjadi di 59 kota di Negara Bagian Amazonas. Sehingga menghambat aktivitas transportasi dan penangkapan ikan di sungai.

Pihak berwenang memperkirakan akan terjadi kekeringan yang lebih akut dalam beberapa minggu ke depan, yang dapat mengakibatkan kematian lumba-lumba lebih lanjut, CNN Brasil melaporkan.

Brazil mengalami cuaca ekstrem yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir akibat dari gangguan iklim yang disebabkan oleh manusia dan El Nino. Sebagian wilayah di bagian selatan negara ini terendam banjir akibat hujan badai yang deras, sementara wilayah utara mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang luar biasa dahsyatnya.

Ketinggian air di Sungai Amazon turun 30 cm setiap hari selama dua minggu terakhir.Saat ini, kedalaman rata-rata di Manaus lebih rendah 4,4 meter (14 kaki) dari puncak musim hujannya.Tahun ini, kekeringan sudah mencapai 7,4 meter, yang oleh para ahli biologi setempat digambarkan sebagai hal yang "tidak masuk akal".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.