- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kemlu AS Ungkap 60.000 Sur...
Kemlu AS Ungkap 60.000 Surel Dicuri dalam Serangan Siber
Jumat, 29 Sep 2023, 22:33 WIBWASHINGTON DC - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan sekitar 60.000 surel dicuri dari kementerian tersebut dalam serangan siber yang dilaporkan dilakukan oleh kelompok peretas yang berbasis di Tiongkok.
Juru bicara Matthew Miller mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers pada Kamis (28/9). "Sistem rahasia tidak diretas," ucap Miller.
Microsoft mengumumkan pada Juli bahwa kelompok peretas yang berbasis di Tiongkok telah meretas akun surel yang terhubung dengan sekitar 25 lembaga dan organisasi pemerintah.
Kementerian Luar Negeri AS lalu mengkonfirmasi pelanggaran tersebut dan sedang menyelidiki kasus itu.
Media AS mengatakan 10 akun surel Kementerian Luar Negeri AS telah diretas. Disebutkan, sembilan di antaranya adalah pejabat yang menangani Urusan Asia Timur dan Pasifik.
Seorang reporter bertanya kepada Miller apakah Kementerian Luar Negeri AS telah secara independen menentukan pelaku di balik serangan itu. Miller menjawab pihaknya tidak memiliki alasan untuk meragukan pengumuman Microsoft itu.
Pemerintah AS sangat waspada terhadap serangan siber dari Tiongkok. Dikatakan bahwa Tiongkok secara rutin melakukan aktivitas dunia maya yang berbahaya sebagai upaya melawan kekuatan militer AS. NHK/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Lantik Pratikno dan Hatta Rajasa sebagai Ketua dan Wakil Ketua Wantimpres
-
Pengabdi Setan 3: Origin Resmi Diproduksi, Joko Anwar Siapkan Babak Baru pada 2027
-
Terobosan Baru Makassar! Kawasan Hunian Bakal Terhubung Langsung dengan Sekolah dan Puskesmas
-
KLH Bertindak Tegas! 21 Perusahaan Terseret Penegakan Hukum Kasus Karhutla
-
Atasi Banjir di Kota Jayapura, Gubernur Papua Fokus Normalisasi Sungai
-
Janice Tjen Tersingkir dari China Open
-
Wali Kota: Alun-alun Kota Bandung Dibuka Kembali pada 17 Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.