Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Creator: Kisah Emosional dari Pertempuran Umat Manusia dengan AI

📅 Kamis, 28 Sep 2023, 07:36 WIB | Oleh:
The Creator: Kisah Emosional dari Pertempuran Umat Manusia dengan AI Doc: Istimewa
Ket. Sulit disangkal The Creator adalah karya besar yang akan tetap dibicarakan hingga beberapa tahun ke depan. Beberapa kritikus menyebutnya sebagai salah satu film petualangan fiksi ilmiah terbaik.

Sejak Dune dirilis pada 2021, belum ada film petualangan fiksi ilmiah yang cukup berbobot hingga panen pujian dari banyak kritikus seperti The Creator.

Berbekal budget produksi "hanya" 80 juta dolar AS, karya sutradara Gareth Edwards (Rogue One: A Star Wars Story) ini tampil ala karya produksi mewah ratusan juta dolar, menghentak dengan ramuannya yang begitu kuat dengan keseruan aksi, keindahan efek visual, kedalaman cerita, hingga akting yang brilian.

Dikembangkan sejak 2019, The Creator mengangkat tema yang sekarang menjadi kekhawatiran global: perang masa depan antara umat manusia dan kekuatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pasca sistem pertahanan yang dikendalikan AI menembakkan senjata nuklir dan melenyapkan separuh populasi Los Angeles, militer AS pada 2070 melakukan perburuan terhadap benteng-benteng AI yang tersebar di Republik Asia Baru.

Edwards yang ikut menulis skenario seperti ingin menunjukkan gambaran masa depan konstelasi dua kekuatan dunia saat ini, Amerika Serikat dan Tiongkok. Dalam film, seolah negara tirai bambu itu telah berhasil menyatukan kawasan Asia dalam sebuah republik.

Memang tema perang masa depan seperti ini bukan mainan baru bagi Hollywood. Tapi ini adalah soal bagaimana membuat sebuah film terasa begitu hidup, hingga membawa penonton merasakan apa yang dialami oleh setiap karakternya.

Misi sang protagonis, Joshua (John David Washington), agen rahasia militer AS, adalah menyusup ke kubu musuh untuk menemukan Nirmata, pemimpin AI yang sosoknya masih misterius. Dia juga harus mendapatkan Alpha Omega, senjata pamungkas pihak AI yang disiapkan untuk menghancurkan Nomad, benteng terbang sekaligus pusat komando AS yang
mengorbit di Bumi.

Berjudul asli True Love, cerita berawal dari serbuan ke sebuah markas AI oleh pasukan khsusus AS hingga menewaskan istri Joshua yang tengah hamil. Dirundung kesedihan, ia kemudian menjauhi militer, hingga datang seorang petinggi angkatan darat AS yang memberi bukti bahwa istrinya masih hidup.

Kini Joshua harus menuntun pasukan AS ke sebuah laboratorium rahasia AI untuk menemukan Alpha Omega dan melumpuhkan senjata tersebut.

Washington yang bermain cemerlang dalam Tenet, berhasil tampil sebagai sosok klasik, prajurit yang lebih mementingkan perasaan alias hati, daripada misi: menemukan istri tercinta. Dalam kekacauan yang terjadi, ia menemukan Alphie, anak perempuan polos yang tak lain adalah wujud awal dari Alpha Omega.

Dihantui pengalaman kehilangan calon bayi, Joshua lalu memilih menyelamatkan Alphie dan melarikannya. Dari sini terlihat kejeniusan Edward dalam mengalirkan cerita bahwa kehidupan bukan semata pihak baik dan jahat, hitam dan putih, melainkan abu-abu yang kabur, hingga membuat keputusan seseorang sangat bergantung pada latar belakang kehidupannya.

Jangan salah, meskipun memiliki nuansa drama kuat, The Creator tetap merupakan dagangan blockbuster yang penuh aksi heroik, tembak-menembak laser, dan pesawat ruang angkasa seukuran sebuah pulau. Tapi itu semua tetap seimbang dalam naturalisme neraka perang yang suram, brutal, dengan nuansa khas kemiskinan penduduk Asia.

Dan Edwards membungkus semua unsur itu dengan kesedihan yang tak berkesudahan dari para karakter yang harus kehilangan orang terdekat.

Edwards mengambil banyak karya besar sebagai sumber inspirasi untuk film ini, seperti Apocalypse Now (1979), Blade Runner (1982), Akira ( 1988), Rain Man (1988), The Hit (1984), dan ET the Extra-Terrestrial (1982).

Film ini seperti menunjukkan pada khakayak bahwa Inggris bukan hanya punya Christoper Nolan yang telah melegenda dengan trilogi Batman dalam Dark Knight atau Oppenheimer baru-baru ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.