Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Menentang Ekspansi Aliansi Militer yang Sewenang-wenang

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Menentang Ekspansi Aliansi Militer yang Sewenang-wenang Doc: TED ALJIBE / AFP
Ket. Seorang nelayan Filipina berlayar melewati kapal penjaga pantai Tiongkok di Scarborough Shoal yang dikuasai Tiongkok di perairan Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan, beberapa waktu lalu.

BEIJING - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada Selasa (26/9), mengatakan Beijing akan menentang "ekspansi aliansi militer yang sewenang-wenang", peringatan terbaru saat Washington memperdalam hubungan keamanan di Asia-Pasifik.

Dikutip dari Barron, Tiongkok telah lama memperingatkan bahwa segala upaya untuk membentuk aliansi militer seperti Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) di kawasan Asia-Pasifik hanya akan memicu konflik.

Beijing juga menyatakan bahwa ekspansi blok tersebut di Eropa Timur merupakan salah satu penyebab invasi Russia ke Ukraina, namun mereka menolak untuk mengutuknya. "Tiongkok akan menentang perluasan aliansi militer yang sembarangan dan menekan ruang keamanan negara lain," katanya pada konferensi pers di Beijing.

Dia mengatakan Beijing akan berusaha untuk "menyelesaikan perbedaan dan perselisihan antarnegara melalui dialog dan konsultasi", tanpa menyebutkan negara mana yang dimaksud.

Wang juga menolak mengonfirmasi apakah Presiden Xi Jinping akan melakukan perjalanan ke Amerika Setikat untuk bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden.

Kedua pemimpin diperkirakan akan bertemu pada pertemuan puncak Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di San Francisco pada 14-16 November.

"Mengenai pertanyaan Anda tentang pengaturan menghadiri APEC, kami sedang berkomunikasi dengan semua pihak dan akan membuat pengumuman resmi pada waktunya," kata Wang.

Pernyataan Wang muncul saat ia meluncurkan program luas yang menguraikan tujuan kebijakan luar negeri Beijing untuk tahun-tahun mendatang.

"Membangun komunitas global dengan masa depan bersama adalah jalan ke depan bagi seluruh masyarakat di dunia," demikian bunyi makalah kebijakan yang dirilis oleh kantor berita Tiongkok, Xinhua.

"Namun, tujuan ini tidak bisa dicapai dalam semalam, dan tidak akan ada hasil yang mudah," lanjutnya.

"Kita perlu melakukan upaya tanpa henti dan terus maju dengan ketekunan".

Dokumen tersebut juga menyinggung perang Russia di Ukraina, dan mengulangi dokumen multipoin yang dikeluarkan oleh Tiongkok awal tahun ini yang secara luas dipandang sebagai upaya perdamaian terhadap Moskwa.

Negara-negara Barat telah memperingatkan bahwa usulan Tiongkok dapat memungkinkan Russia menguasai sebagian besar wilayah yang mereka rebut di Ukraina.

"Konflik dan perang tidak menghasilkan pemenang," tulis makalah baru tersebut, sambil menambahkan bahwa tidak ada solusi sederhana untuk masalah yang kompleks.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.