Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Kembangkan Pemodelan Animasi Tsunami 3 Dimensi

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 13:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Kembangkan Pemodelan Animasi Tsunami 3 Dimensi Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Pemodelan animasi tsunami tiga dimensi yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) dari Organisasi Riset Elektronika dan Informatika mengembangkan penelitian pemodelan animasi tsunami tiga dimensi untuk menghindari jumlah korban jiwa yang lebih banyak.

"Penelitian itu bertujuan membuat jalur evakuasi tsunami dan menentukan titik kumpul," kata Peneliti Ahli Muda PRSDI BRIN Yudhi Rezaldi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (27/9).

Yudhi menjelaskan luas rendaman tsunami bisa terlihat melalui proses tiga dimensi orthomosaic atau hasil pemrosesan data foto udara, lalu dikombinasikan dengan animasi tsunami.

BRIN mengambil lokasi penelitian pemodelan tsunami itu di Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang dipakai dengan menerbangkan Unmanned Aerial Vehicles(UAV) untuk mengambil foto udara.

"Untuk memproses foto udara menjadi tiga dimensi orthomosaic lingkungan perkotaan yang memiliki akurasi ketinggian bangunan dan Digital Elevation Model (DEM) dilakukan di laboratorium komputer. Hasilnya diekspor kesoftware animasi tiga dimensi untuk diberikan animasi tsunami denganplug-in tambahan yang disebut flip fluid," papar Yudhi.

Hasil dari sebuah pemodelan animasi tsunami tiga dimensi dapat memperlihatkan luas rendaman tsunami di lokasi wisata Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah. Informasi itu digunakan untuk menentukan jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul.

Hal itu dapat menjadi rekomendasi evakuasi vertikal di lokasi penelitian dan rujukan bagi para pengambil kebijakan di wilayah setempat dalam menentukan pembangunan jangka panjang untuk menyusun tata kota.

"Keunggulan teknologi pemodelan tiga dimensi lingkungan kota dibuat dengan teknik tiga dimensi orthomosaic memiliki tingkat akurasi dan sesuai dengan lingkungan aslinya," ucap Yudhi.

Teknologi pemodelan tiga dimensi menggunakan koreksi DEM atau ketinggian permukaan tanah, sehingga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian bangunan dan menyimulasikan sebaran air akibat gelombang tsunami.

Manfaat pemodelan tiga dimensi menciptakan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata, sehingga menguntungkan pengelola kawasan wisata dan mengetahui daerah mana saja yang dapat dikembangkan untuk tata kelola kota pada masa depan.

"Pemerintah setempat tidak perlu membuat shelter baru, namun cukup memanfaatkan bangunan-bangunan tinggi yang sudah ada," kataYudhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.