PIDI 4.0 Jodohkan Industri dan Inovasi Teknologi Percepat Transformasi Digital
Kamis, 21 Sep 2023, 10:41 WIBSaat ini, industri 4.0 telah membawa angin segar bagi aktivitas sektor manufaktur di Indonesia. Sebab, penggunaan teknologi terkini menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas industri secara lebih efisien sehingga bisa berdaya saing.
"Making Indonesia 4.0 telah menjadi inisiatif pemerintah untuk mewujudkan Indonesia menjadi 10 negara besar yang akan memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030," kata Direktur Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) Arnes Lukman pada acara Business & Technology Matching di Jakarta, Selasa (19/9).
Arnes menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membangun PIDI 4.0 untuk mengembangkan penerapan industri 4.0 di Indonesia yang telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2 Desember 2021 lalu. Sedangkan program dan kegiatan PIDI 4.0 telah resmi diluncurkan melalui Grand Launching pada Maret 2023.
PIDI 4.0 telah memiliki 42 mitra yang terdiritechnology user, technology provider,institusi pendidikan tinggi danstakeholder4.0 lainnya.
"PIDI 4.0 memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada mitra yang memiliki inisiatif dan komitmen yang serius terhadap kerja sama di bidang pengembangan SDM industri dan transformasi industri," tutur Arnes.
Menyadari pentingnya kemitraan dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia, PIDI 4.0 mengadakan Business & Technology Matching yang mengangkat tema "Teknologi Cerdas untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Industri di Era Transformasi Digital".
"Melalui kegiatan Business & Technology Matching ini, kami berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, praktisi industri,entrepreneurdaristart up,akademisi terutama dari politeknik di bawah naungan BPSDMI Kemenperin, Swiss German University, dan parastakeholderlainnya dapat melakukan kolaborasi di dalam penelitian dan pengembangan teknologi, terutama yang terkait dengan teknologi Industri 4.0," ungkap Arnes saat mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).
Lanjut Arnes, kegiatan tersebut mendorongknowledge exchangemelalui seminar,networking,hinggabusiness and technology matching.Beberapa pihak yang menjadi mitra dalam kegiatan tersebut di antaranya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Pertamina, Nodeflux, Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII), Starfindo, dan Swiss German University.
"Salah satu tujuan kegiatanbusiness and technology matchingini adalah sebagai sebuah ajang untuk menampilkanshowcaseriset dan inovasi. Kami menyampaikan kepada industri langkah-langkah untuk mendorong hasil-hasil riset dan teknologi yang telah dibuat," ungkap Kholis Audah, Direktur Riset dan Layanan Komunitas Swiss German University.
(IKN/TSR)
Penulis: Tim Redaksi
Berita Terkait:
-
IKM Hijau Jadi Masa Depan, Kemenperin Siapkan Akses Pasar dan Pembiayaan Berkelanjutan
-
Memperketat Pemantauan Titik Api di sekitar Bandara Udara Karel Sadsuitubun
-
Penyakit Campak Meluas, New York Tetapkan Status Darurat
-
Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
-
Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
-
Siapkan Dana Raksasa, Pramono Anung Bakal Sulap Kawasan Kumuh Tanah Abang Pakai Canggihnya Teknologi
-
Menperin Sarmuji Bidik Rumput Laut RI Jadi Nomor Satu Dunia Lewat ISDAP 2026-2030
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.