Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Desak G20 Hentikan Kecanduan kepada Energi Fosil

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 01:54 WIB | Oleh:
PBB Desak G20 Hentikan Kecanduan kepada Energi Fosil Doc: ED JONES/AFP

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak negara-negara anggota kelompok G20 menghentikan kecanduan kepada bahan bakar fosil dan tak menambah produksi batu bara.

Guterres meminta G20 memperhatikan temuan Badan Energi Internasional (IEA) yang menyatakan izin baru untuk eksplorasi minyak dan gas yang mereka keluarkan tidak sesuai dengan upaya mempertahankan batas kenaikan iklim 1,5 derajat sesuai Perjanjian Iklim Paris.

"Negara-negara G20 bertanggung jawab atas 80 persen terjadinya emisi gas rumah kaca," kata Guterres dalam laman PBB yang dipantau dari Jakarta, Rabu (20/9). Guterres menyampaikan hal itu dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-78 di New York pada Selasa waktu Amerika Serikat.

"Untuk mempertahankan peluang membatasi kenaikan suhu global, kita harus menghentikan secara bertahap penggunaan batu bara, minyak, dan gas, dalam cara yang adil dan merata, serta secara besar-besaran meningkatkan energi terbarukan," kata Guterres.

Seperti dikutip dari Antara, Guterres menyebut semua langkah itu sebagai satu-satunya cara yang membuat energi terbarukan terjangkau untuk semua orang dan terpenting lagi warga Afrika yang masih kekurangan listrik. "Jika perusahaan-perusahaan bahan bakar fosil ingin menjadi bagian dari solusi ini, mereka harus memimpin transisi menuju energi terbarukan," kata dia.

Guterres menegaskan tidak ada lagi produksi energi kotor. Tidak ada lagi solusi palsu. Tidak ada lagi pendanaan untuk menolak (perubahan) iklim.

Guterres menyatakan negara-negara maju harus mencapai target nol emisi pada 2040, sedangkan negara-negara berkembang bisa melakukannya pada 2050. Dunia tidak boleh saling mengambinghitamkan dan saling menunggu pihak lain mengambil langkah menjawab perubahan iklim.

"Kepada semua yang bekerja, bergerak, dan memperjuangkan aksi nyata perubahan iklim, saya ingin Anda tahu bahwa Anda berada di jalur sejarah yang benar, dan saya mendukung Anda," pungkas Guterres.

Selain itu, Guterres mengatakan teknologi baru membutuhkan tata kelola baru dan inovatif yang mendapat input dari mereka yang terlibat dalam penggunaan dan pengembangannya.

"Teknologi baru memerlukan bentuk tata kelola yang baru dan inovatif - dengan masukan dari para ahli yang membangun teknologi ini dan dari mereka yang memantau penyalahgunaannya," kata Guterres.

Ancaman AI

Dia juga mengatakan dunia juga harus menghadapi ancaman terhadap hak asasi manusia yang ditimbulkan oleh teknologi baru, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Guterres melanjutkan, kecerdasan buatan generatif memberi banyak harapan dan di saat yang sama juga terdapat bahaya yang lebih besar lebih dari yang dapat dikendalikan.

"Bahkan, beberapa dari mereka yang mengembangkan AI generatif menyerukan peraturan yang lebih ketat," ucap Guterres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.