Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Emas Terkerek, Pertahankan Kenaikan Setelah Putusan The Fed

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 08:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Emas Terkerek, Pertahankan Kenaikan Setelah Putusan The Fed Doc: antara
Ket. Ilustrasi.

CHICAGO - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (20/9) atau Kamis pagi WIB, lebih tinggi untuk sesi kelima berturut-turut, menandai kenaikan sesi harian terpanjang sejak Januari, menurut Dow Jones Market Data ditopang oleh melemahnya dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat 13,40 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 1.967,10 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.968,90 dolar AS dan terendah di 1.948,60 dolar AS .

Emas berjangka terkerek 0,30 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.953,70 dolar AS pada Selasa (19/9), setelah bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.953,40 dolar AS pada Senin (18/9), dan melonjak 13,40 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.946,20 dolar AS pada Jumat (15/9).

Tak lama setelah perdagangan ditutup, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berakhir dengan pengumuman, yang mengindikasikan bahwa The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, namun tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga pada November.

Bank sentral memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan fed fund di kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen, seperti yang diantisipasi. Selain itu, bank juga mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Setelah pengumuman ini, emas untuk Desember diperdagangkan pada 1.963,80 dolar AS per ounce di perdagangan elektronik.

Federal Reserve memperkirakan perekonomian AS akan mengalami soft landing, dengan memperkirakan suku bunga The Fed akan turun dari 5,6 persen pada tahun 2023 menjadi 5,1 persen pada tahun 2024, dan PDB AS akan meningkat sebesar 2,1 persen pada tahun 2023 dan 1,5 persen pada tahun 2024.

The Fed selanjutnya memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, bukan empat kali.

Meskipun ada keputusan Federal Reserve dan sinyal kenaikan suku bunga lagi tahun ini, emas berjangka berhasil mempertahankan kenaikannya. Pergerakan harga ini menggarisbawahi hubungan dinamis antara keputusan kebijakan moneter dan komoditas seperti emas.

Bank Sentral Jepang dan Bank Sentral Inggris juga diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunga mereka pekan ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 38 sen atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada 23,836 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terpangkas 6,10 dolar AS atau 0,64 persen, menjadi menetap pada 942,30 dolar AS per ounce.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.