Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cawapres Harus Bisa Menjadi Pilar Moral dan Memiliki Integritas Tinggi

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 02:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cawapres Harus Bisa Menjadi Pilar Moral dan Memiliki Integritas Tinggi Doc: istimewa

Pemimpin bukan mereka yang menggadaikan atau memperdagangkan jabatannya, sehingga membiarkan dirinya dipelihara oleh kroni.

JAKARTA - Masih belum tuntasnya koalisi partai politik (parpol) dalam menetapkan calon wakil presiden (cawapres) diharapkan tidak menjadi ajang untuk melakukan transaksional, tetapi benar-benar sebagai proses seleksi untuk mencari pendamping calon presiden (capres) yang tepat.

Cawapres yang dipilih kelak pun diharapkan benar-benar kandidat yang tidak hanya mau jadi pemimpin karena berburu kekuasaan, uang, dan kerajaan bisnisnya, tetapi calon yang dibutuhkan rakyat karena memiliki moral dan berintegritas tinggi.

Sebab, kalau pemimpin hanya mencari kekuasaan, negara akan hancur karena mencampuradukkan kepentingan rakyat dan kepentingannya. Saking tidak bermoralnya, figur yang berburu kekuasaan biasanya menggunakan jargon negara untuk kepentingan pribadinya, bukan untuk rakyat.

Sebab itu, Indonesia perlu tokoh-tokoh sebagai cawapres yang dari sisi moral dan integritasnya tidak perlu diragukan lagi seperti Quraish Shihab dan KH Michtaful Akhyar. Kedua tokoh itu dipandang sebagai sosok yang mampu menjaga pilar moral kebangsaan, karena dalam rekam jejak hidupnya sudah terbukti sebagai orang benar.

Berbeda dengan banyak generasi muda yang sudah gila uang dan kekuasaan dinilai hanya akan menghancurkan negara, sehingga Indonesia tidak akan mungkin maju kalau niatnya seperti itu.

Sekretaris Kasimo Institute, Edward Wirawan, di Jakarta, Selasa (19/9), mengatakan cawapres haruslah dari tokoh yang jadi panutan sehingga yang bisa menuntun arah perjalanan bangsa ke depan.

"Pemimpin harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, bukan menjadikan kehidupan rakyat sebagai prioritas terakhir. Kalau demikian kualitasnya bukan pemimpin, tapi mau memimpin," kata Edward.

Menurut dia, pemimpin pun bukan mereka yang menggadaikan atau memperdagangkan jabatannya, sehingga membiarkan dirinya dipelihara oleh kroni karena khawatir nanti setelah pensiun.

"Pejabat negara tidak perlu khawatir kalau mau pensiun. Pemimpin dan pejabat yang tidak pernah mau pensiun, pada akhirnya akan menggerogoti dari dalam seperti rayap menggerogoti rumah. Bagaimana bisa bertahan, kalau rumah ibarat NKRI penuh dengan rayap. Sewaktu berkuasa, dia memelihara sarang rayap, saat waktunya dia turun jabatan, rayapnya berkembang biak. Dan pemimpin baru membawa rayap baru," katanya.

Tiongkok, katanya, bisa maju karena berani memenjarakan puluhan ribu orang. Mereka tidak mau miskin dan sengsara seperti awal abad ke-19. Musuh suatu negara bukan orang asing, tapi dari dalam. Kalau mereka sudah lemah, maka asing datang. Musuh asing tidak akan datang kalau di dalam kuat. Jadi, keliru kalau berpikir mau berperang melawan asing.

Indonesia, katanya, bukan kekurangan pemimpin yang baik, tapi mereka yang baik itu tidak mau berpolitik karena kondisi dunia politik yang sedemikian joroknya. Namun demikian, mereka harus dipanggil, walaupun belum tentu mereka mau. Tapi ini panggilan dari bangsa, ketimbang memilih orang yang tidak layak dan penuh dengan permainan politik.

"Orang pintar memang banyak, tapi kalau tidak bermoral, malah merusak bangsa, bukan membangun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.